oleh

Permendikbud 51 Tahun 2018 Rugikan Pelajar

Depok, TribunAsia.com – Disdik Kota Depok saat ini sedang mengatur pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020. Disebutkan Kepala Disdik Kota Depok M Thamrin, kesempatan pendidikan kepada peserta didik terbuka luas ditingkatan sekolah.

Dilaporkan Reporter Hendrik Raseukiy, Kamis (13/6). Ada satu masalah yang dihadapi ialah aturan zonasi yang terdapat di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendagri) nomor 51 tahun 2019 tentang zonasi tempat tinggal calon siswa tingkat SMP dan SLTA negeri yang kaku sehingga banyak pelajar yang berprestasi tidak dapat bersekolah di sekolah yang di luar zonasi tempat tinggalnya padahal terbilang jarak yang dekat dengan kediaman calon peserta didik.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

“Situasi ini menyebabkan potensi tidak baik. Sehingga ada orang tua yang lakukan siasat dengan melakukan pemindahan atau pergantian alamat rumah. Padahal, banyak anak yang berprestasi gagal bersekolah yang sesuai nilainya lantaran terkendala zonasi tersebut. Ini tidak baik,” ujar Thamrin.

Untuk, jelasnya, Di Tingkat SMP yang jadi kewenangannya, Disdik Kota Depok melakukan modifikasi dengan sistem nilai dan zonasi plus yaitu menambahkan poin prestasi bagi calon pelajar untuk dapat masuk di sekolah pilihannya walau di luar zonasi. Hal ini juga diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Thamrin menjelaskan, seperti sekolah SLTA, walau bukan berada dikewenangan Disdik Depok. Bila sistem zonasi diterapkan kaku, “Bagaimana dengan nasib pelajar warga Kecamatan Beji yang tidak punya gedung sekolah SMA negeri,” sebutnya.

Thamrin kata, PPDB tahun 2019 ini terapkan sistem zonasi berkeadilan yaitu bukan hanya zonasi murni semata, tetapi juga menilai hasil ujian anak didik tersebut dan prestasi nonkependidikan lainnya. Sehingga berikan keadilan dan motivasi kepada peserta didik.

Untuk SMP, PPDB mulai dibuka pada awal bulan Juli. Di Pekan pertama, dibuka secara offline yaitu zonasi jalur bagi pelajar dari orang tua miskin. Pekan selanjutnya baru dibuka pendaftaran secara online. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *