oleh

Penadah Kendaraan Plat Nomor Palsu Diungkap di Persidangan

Jakarta, TribunAsia.com – 4 Terdakwa penadah hasil kejahatan kendaraan roda empat diungkap dipersidangan ketika mengenakan plat polisi palsu. Hal tersebut disampaikan Ramadu selaku Saksi saat dihadirkan di PN Jaktim.

Kala itu, Saksi mengatakan dihadapan Majelis Hakim dirinya hanya menerima laporan terkait transaksi barang hasil kejahatan yang melibatkan Johan, Kairullah, Rudi Permana Yakub dan Armando.

banner 336x280

“Saya cuma membuat laporan polisi untuk mobil saya tidak tahu itu barang bukti,” ujar saksi, Kamis (13/6/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Jaksa Penutut Umum (JPU) pun mempertanyakan saksi-saksi yang tak lain adalah anggota Polri saat penangkapan keempat orang Terdakwa tersebut tengah mengendarai mobil dengan plat nomor polisi palsu.

“Saudara saksi ada plat polisi palsu masih inget nggak yang dipake itu. Jadi saudara sudah mengetahui ya plat polisi palsu. Saksi mengetahui nggak apa atau membuat SPK coba jelaskan,” kata Donald Dwi Siswanto, SH.

Namun demikian, Muarif SH mengatakan jumlah transaksi kendaraan yang akan disepakati senilai Rp 95 juta dan dia juga turut meminta penjelasan terhadap para Terdakwa atas keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi yang dihadirkan petang itu.

“Keterangan apa yang disampaikan tadi setelah ada informasi ditindaklanjuti dengan kesepakatan Rp 95 juta,” tandas majelis.

Disamping itu, atas keterangan yang dihimpun dari saksi-saksi diruang sidang maka dikatakan salah seorang Terdakwa jumlah nilai transaksi jual beli kendaraan berwarna silver yang disepakati Rp 65 juta. Tetapi, untuk melunasi kekurangan yang dikesepakati itu akan ditransfer melalui rekening Bank.

“Yang benar transaksi dia menyerahkan uang sebesar Rp 65 juta dan sisanya akan ditransfer,” ucap Johan Bolang.

Diketahui, penangkapan penadah mobil terjadi didepan minimarket oleh petugas kepolisian. Namun, supir yang menyerahkan kendaraan plat nomor polisi palsu itu dinyatakan masuk daftar pencarian orang.

“Yang menyerahkan supirnya Sunarto (DPO). Saya sudah menjelaskan sebelumnya (BPKB) terkait plat nomor saya tidak tahu menahu,” papar Terdakwa.

Terlebih, tim kuasa hukum dari keempat Terdakwa mempertanyakan kliennya dijerat Pasal 480 tentang penadah barang hasil kejahatan. Kedua tim kuasa hukum menambahkan, kendaraan tersebut memiliki perjanjian fidusia yang diyakini Saksi mengetahui hal tersebut.

“Anda (saksi) membuat pelaporan penadahan pasti ada transaksi disitu, hanya penegak hukum harus konfirmasi anda harus bertanya dong,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *