oleh

Jasa Guru Dibawa Mati

Depok, TribunAsia.com – Jasa guru mendidik muridnya takkan lekang oleh waktu. Guru, dikatakan Wakil Wali Kota Depok adalah orang tua kedua bagi setiap muridnya. Tidak ada istilah mantan guru bagi seseorang pembelajar.

“Jasa guru dibawa mati dan menjadi amaliah. Guru tak berharap dan tidak mendapat apa pun dari keberhasilan murid-muridnya. Namun, bila melihat anak didiknya tumbuh dan berhasil tentu akan bahagia dan bangga. Di ruangan ini pun ada guru saya bersekolah dulu” ujar Pradi Supriatna dalam dialog Halal bi Halal Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok di Aula Dibaleka II, Balai Kota Depok, Rabu (12/6).

Wawalkot Depok gelar Halal bi Halal dengan segenap ASN Disdik. Juga, dihadiri Kadisdik M Thamrin, Ketua TP PKK Elly Farida, Ketua BMPS Acep Azhari, dan organisasi mitra disdik.

Senada dengan Pradi, Elly Farida, tugas guru sangat penting untuk pembentukan karakter manusia. “Sinergitas dan koordinasi dengan semua stakeholder perlu semakin ditingkatkan. Guru menjadi garda terdepan dalam bentukan karakter pelajar yang sejalan dengan cita Kota Depok Aman, Nyaman, dan Religius,” ujar Bunda Elly.

Disebutkan Thamrin, kerjasama orangtua dengan guru adalah unsur keberhasilan pendidikan. Thamrin berpesan orangtua rajin mengontrol anaknya di rumah dan di sekolah untuk memantau kondisi belajar dan karakternya.

“Orangtua ikut mengajarkan kesopansantunan anak. Berkomunikasi dengan baik. Memahami fikiran dan perasaan anak. Anak sekarang tidak bisa diajarkan dengan dimarahi. Beda dengan anak tempo dahulu. Kalau orangtua tidak bisa jadi teman maka, anak rawan mencari sahabat di luar rumah, pada figur lainnya sehingga potensi beresiko anak mendapat pergaulan negatif,” sebut Thamrin. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *