oleh

Malam Takbiran, Pedagang Alat Lukis Diserbu Anak-Anak Balita

Jakarta, TribunAsia.com – Malam takbir Hari Raya Idul Fitri 1440 H pedagang dadakan di Jalan Bekasi Timur IV gelar barang dagangannya. Pedagang tersebut jajakan alat lukis yang berbahan dasar dari styrofoam yang sudah tercetak gambar.

Gilang menjelaskan, mayoritas dagangannya dikunjungi anak-anak seusia balita.  Dia hanya menyediakan cat cair sebagai pewarna untuk melukis gambar yang sudah tercetak tokoh-tokoh cartoon termasuk gambar yang diminati kalangan usia dini itu.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Malam takbiran lapak tepi jalan tersebut  mengundang perhatian para orang tua membawa balitanya keluar dari pemukiman. Untuk biaya lukis, Gilang mengatakan cukup membayar sepotong styrofoam senilai Rp 10 ribu dan hasil lukisan tersebut bisa dibawa pulang. Diperkirakan batas waktu yang dibutuhkan oleh usia balita antara 4-5 tahun itu butuh waktu 5-20 menit untuk mewarnai gambar.

“Satu gambarnya Rp 10 ribu. Tergantung (waktu) ada yang cepat ada yang 5 sampai 20 menit. Yang paling didemenin (dipilih) anak (gambar) soleha gambar Masjid,” kata penjual lukisan kepada TribunAsia.com, Selasa (4/6/2019)

Gilang manfaatkan malam takbiran untuk mengais rezeki seperti pedagang lainnya dibilangan Bekasi Timur IV. Saat itu, dia menyampaikan penjualan styrofoam yang keluar sebanyak pada malam itu sebanyak 50 lembar atau jika ditotal mencapai Rp 500.000,-.

“Hari ini lumayan banyak ada 50 orang (balita). Kebanyak umur 4-5 tahun mewarnai sendiri dan usia 3-4 tahun dibantu,” jelasnya.

Sementara, David koordinator pedagang kaki lima (PKL) menuturkan para pedagang yang mangkal dilokasi tersebut hanya bisa menggelar lapak dagangannya seminggu  sekali. Ia menambahkan, biasanya pada hari Rabu petang saja para pedagang diberi kesempatan untuk berjualan.

“Tempat yang ngisi pedagangnya saya yang telepon saya yang undang. Dia pada daftar nanti dia (pedagang) tinggal datang,” ujar koordinator.

Para pedagang dengan variasi jenis barang yang dijualnya itu dalam sekali gelar dilapas tepi jalan tersebut dipungut biaya Rp 45 ribu untuk fasilitas sewa tempat dan kebersihan. Dikatakan David, jam operasional dihari Rabu petang dimulai sekitar pukul 15.40 Wib dan tutup sekitar sekitar dini hari.

“Bisanya dipungut 45 ribu. Disini sore habis Ashar paling sampai jam 2 malam,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *