oleh

Khutbah Shalat Ied : Jangan Mencaci Maki Ulama

Jakarta, TribunAsia.com – Selesai menunaikan shalat sunah Ied, Khotib menyampaikan kesedihannya terkait postingan penghinaan terhadap ulama. Dalam khutbahnya di hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Khotib mengatakan bila jauh dari ulama akan mendatangkan bencana bagi bangsa Indonesia.

“Kata rasul akan datang suatu masa umat muslim ini akan lari dari yang mengerti agama. Kita sedih di media-media sosial yang mencaci ulama menghina ulama bahkan memaki ulama. Maka Allah akan limpahkan kepada umat ini kepada bangsa ini bencana,” tandasnya.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Shalat Ied itu sendiri digelar dibilangan Raden Inten II berlokasi didepan Perum Taman Buaran Indah, Duren Sawit, Jakarta Timur. Diketahui, selaku Khotib Ustadz H. Agus Riyanto, S.H.I dan Imam shalat tersebut Al-Hafidz M. Andrea Yusuf.

Kemudian, dipesankan Khotib kembali disela-sela khutbah untuk tidak mencaci maki ulama, karena dinilai jauh berbeda dari sisi derajat. Lanjutnya, hal tersebut jika dilakukan Khotib menjelaskan akan berdampak sulitnya mendapatkan rezeki. Namun, dia pun meringkas konflik yang terjadi didalam rumah tangga karena terlalu jauh dari ulama.

“Tidak akan mengangkat membawa keberkahan. Dirumah tangga sering konflik itu bertanda itu jauh dari ulama. Jangan lagi kita mencaci ulama bukan derajat kita bahkan kita jangan berani membentak ulama tersebut, bila terjadi Allah akan mencabut rezeki yang berlimpah,” sebut dia.

Disamping itu, Khotib menilai jika memiliki putra dan putri sukar diperintahkan untuk belajar mengaji bertanda ada indikasi rezeki yang diperoleh kurang berkah.

“Anak sulit disuruh ngaji berarti ada rezeki yang kurang berkah,” sambungnya.

Didepan kaum muslimin, Khotib menegaskan juga masyarakat yang berani menghina agama akan mendapatkan pemimpin yang zalim. Menurut dia, pemimpin negeri harus dekat dan duduk bersama ulama.

“Musibah dan bencana yang kedua Allah akan memberikan kita pemimpin-pemimpin yang zalim yang mengumbar janji. Pemimpin yang mengumbar janji kalau bangsa ini sudah berani menghina agama, Allah akan memberikan pempimpin yang zalim,” tambahnya.

Kata Khotib, orang yang paling ditakuti hanya ulama dan kini diutarakan dia ulama sedang difitnah karena umat Islam jauh dari ulama. Namun demikian, diulangi kembali oleh Khotib untuk tidak menyebarluaskan melalui jejaring sosial perihal fitnah dan menyudutkan ulama.

“Yang ketiga ketika umat ini jauh dari ulama dan fitnah ulama kalau kita sudah memfitnah ulama sesungguhnya orang yang ditakuti adalah ulama. Jangan pernah kita menyebarkan ke media-media sosial sebaiknya kita diam karena kebodohan kita atau tanyakan langsung ke habib untuk ditunjukkan,” paparnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *