oleh

Makna Puasa

TribunAsia.com

Oleh : Tendri

Puasa di bulan Ramadhan wajib hukumnya bagi orang yang beriman. Puasa bulan Ramadhan adalah training atau belajar kembali untuk manusia yang mungkin banyak khilaf dan melakukan kesalahan dalam menjalani kehidupan selama sebelas bulan sebelumnya.

Allah menginginkan kita suci , seperti saat kita dilahirkan di dunia. Rahman dan rahimnya Allah maka Allah turunkan satu bulan dalam setahun untuk kita intropeksi diri, menghapus dosa dan belajar kembali kejalan yang dikehendaki Allah.

Puasa Ramadhan mengandung dimensi kemanusiaan, disiplin, sabar, kesehatan, menahan ego dan mengalahkan diri sendiri

Dimensi kemanusiaan, agar kita dapat merasakan bagaimana saudara kita yang kelaparan.

Dimensi sabar dan disiplin. Ada disiplin dan kepatuhan, sebelum matahari terbit kita bersahur dan berbuka puasa saat matahari terbenam.  Kita harus sabar menunggu waktu berbuka puasa.

Dimensi menekan ego dan mengendalikan diri. Kita harus menekan semua yg membatalkan puasa, seperti ; makan, minum, amarah, berbohong dan saling mengejek. Kita harus bisa mempuasakan mulut, mata, telinga, tangan dan kaki kita.

Dimensi kesehatan, puasa mengistirahatkan organ dalam tubuh dan mengganti sel- sel yg tua dan rusak dengan membentuk sel- sel yg baru.

Andainya kita bisa memaknai puasa tentu kita bisa menekan ego, tidak ada lagi saling sindir, mengejek dan hujat antar tim hore- hore pendukung kedua pendukung capres di media sosial.

Kalaulah paham makna disiplin dan patuh  dalam puasa, tentu kedua calon presiden akan jujur dan adil jauh dari curang dalam memenangkan kompetisi pemilihan presiden.

Andai kita paham makna sabar tentu capres dan pendukungnya menerima kekalahan dalam pemilihan presiden. Adanya dugaaan kecurangan serahkan pada hukum, terakhir serahkan saja semuanya pada Allah.

Untuk memenangkan kompetisi perlu strategi. Perlu ada  orang calon presiden (capres) jadi panitia pendata daftar pemilih tetap ( DPT). Harus ada saksi ditiap tempat pemilihan suara (TPS). Ada orang capres menjadi anggota komisi pemilihan umum (KPU) di kabupaten, propinsi dan sampai ke pusat.

Kalaulah kita paham tentang kemanusiaan dan pengendalian diri dalam puasa, tentu ada cara yang manusiawi dalam menghadapi rakyat sendiri saat menyatakan pendapatnya dalam demonstrasi. Kita  akan takut  mengambil wilayah pekerjaan malaikat Izrail demi mempertahankan keamanan dan kekuasaan. Masih banyak jalan lain yang bisa ditempuh untuk menghentikan demonstrasi dari pemilik negara.

Puasa dalam suci Ramadhan disamping perintah, Allah ingin menunjukan pada kita bahwa yang kita punya didunia ini hanya perut kosong, sama saat kita dilahirkan.

Nyawa, harta, jabatan  presiden semuanya pinjaman dari Allah, apa yang mau kita sombongkan dan apa yang mau kita ributkan ?. Sekejap kalau Allah mau mengambilnya, termasuk nyawa kita.

Pinjaman Allah tersebut akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah di akhera kelak, apalagi jabatan presiden. Jabatan legitimasi rakyat.

Di bulan puasa ini Allah mengingatkan bahwa kita lahir dulu fitri. Kita sendiri mencoreti kebersihan dan kesucian diri kita. Allah menginginkan kita fitri kembali seperti kita bayi dulu, dibulan Syawal yang fitri

Selamat hari raya Idul fitri 1440 Hijriyah. Semoga training bulan puasa ini membuat kita benar- benar fitri dibulan yang fitri dan bersama orang-orang yang fitri. Mohon maaf lahir dan bathin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *