oleh

Pemberdayaan Kedaulatan Pangan, PINBAS MUI Jalin Kemitraan dengan KEK

Jakarta, TribunAsia.com – Upaya mewujudkan kedaulatan pangan untuk umat, Pusat Inkubasi Bisnis Syariah Majelis Ulama Indonesia (PINBAS – MUI) membangun kemitraann dengan Konsorsium Ekonomi Kerakyatan (KEK) dalam program “Sinergi Pemberdayaan Ekonomi Umat Bidang Pangan”.

Demikian hal itu disampaikan Wakil Ketua Pinbas MUI, sebelum disampaikan Direktur Konsorsium Ekonomi Kerakyatan, Dian Anggraini, Jum’at Sore di Aula Buya Hamka, Lt.4, Gedung MUI, Jala Proklamasi, Jakarta.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Berdasarkan pencanangan Kemitraan, PINBAS MUI dan KEK melakukan upaya kerjasama dalam penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau oleh konsumen, pengembangan kemitraan usaha yang saling membutuhkan, serta berupaya saling memperkuat gerakan pemberdayaan ekonomi umat dari hulu sampai hilir.

“PINBAS MUI bekerjasama dengan KBK, karena selama lima tahun terakhir, KEK telah membangun model jejaring distribusi sembako murah untuk puluhan ribu warung kelontong dl beberapa provinsi di Indonesia,” tutur Dian Anggraini.

Lebih lanjut menurutnya, terbukti, KEK telah turut serta andil dengan mengembangkan kelembagaan distribusi bahan pangan/bahan pokok/kebutuhan sehari – hari, demi terwujudnya peningkatan kemampuan mengakses pangan/kebutuhan pokok/kebutuhan sehari – hari, serta penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Dalam program ini katanya, Pinbas bersama KEK akan membangun sistem distribusi pangan/bahan pokok kebutuhan sehari-hari secara langsung ke umat terkecil di wilayah masyarakat. Tujuannya, mendorong pemberdayaan masyarakat kecil dengan cara memotong panjangnya rantai distribusi, sehingga dapat mewujudkan peningkatkan kemampuan mengkses pangan/kebutuhan pokok/kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau dan kontinyu.

Dengan adanya ketersediaan pasokan kebutuhan dengan harga yang terjangkau dan akses yang mudah di masyarakat, tentunya akan mendorong pula pemberdayaan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat. Ketika masyarakat menjadi produsen berskala kecil, maka sistem distribusi ini diharapkan akan membuat harga bahan baku terjangkau, sehingga terjadi peningkatan kemampuan berproduksi dan peningkatan daya beli.

“Hal ini selaras dengan visi ekonomi kerakyatan yang mementingkan keberpihakan serta pemberdayaan kepada produsen kecil dan konsumen kecil,” tegasnya.

Ia pun meninjau Visi, Misi, dan kiprah selama KEK ini, ternyata menurutnya sangat selaras dengan program PINBAS MUI yang menjadi proses inkubasi terhadap peserta inkubasi (tenant), berupa usaha mikro kecil, menengah, dan koperasi. Program kemitraan PINBAS MUI dan KEK ini juga sangat selaras dengan amanat dan Kongres Ekononi Umat yang telah diselenggarakan oleh MUI pada 22-24 April 2017 lalu di Jakarta.

“Saat itu, Kongres Ekonomi Umat tersebut berupaya pada kebangkitan ekonomi umat dengan mengambil tema Arus Baru Ekonomi Indonesia. Dalam kongres tersebut, Presiden Jokowi memberikan arahan, pembangunan ekonomi umat memerlukan adanya redistribusi asset, kemitraan, dan Vokasional,” jelasnya. (DD/TH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *