oleh

Bayar Zakat Rp 75 Juta, Kartu Debit Anies Ditolak Mesin EDC

Jakarta, TribunAsia.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membayarkan zakat mall sejumlah Rp 75 juta. Dia melakukannya di satu stand milik Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis DKI Jakarta di Balai Kota, pada Rabu pagi, (29/5/2019)

Saat akan menunaikan zakat itu, Anies berniat menggunakan kartu debit. Tapi yang terjadi adalah kartu milik Anies ditolak oleh mesin EDC. Sambil terlihat bingung, Anies lalu mengeluarkan kartu selanjutnya dari dompetnya, tetapi juga mengalami nasib yang sama. Penolakan itu terus berlanjut hingga kartu debitnya yang keenam.

banner 336x280

Setelah gagal membayar zakat dengan semua kartu debit yang ia miliki, Anies akhirnya menunaikan pembayaran zakat mal dengan metode lain. Ia menggunakan pindah buku untuk menyerahkan dana Rp 75 juta tersebut.

“Enam kartu semuanya ga bisa. Kami maklum beliau mungkin tidak pernah lagi pakai kartu,” ujar Ketua Baznas Baziz DKI Jakarta Luthfi Fathullah.

Soal besaran zakat lain yang Anies bayarkan, Luthfi mengaku tak tahu-menahu. Ia hanya ingat total besar zakat yang pernah dibayarkan mantan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno pada 2018.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat akan membayar zakat mall di Balai Kota DKI, Rabu pagi, 29 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

Saat itu, Luthfi mengungkapkan, “Kalau Pak Sandi Rp 1 miliar sekian lah. Semua gaji wagubnya diserahkan ke Baznas.”

Pada tahun ini, Luthfi menjelaskan Baznas Bazis menargetkan pengumpulan zakat sebanyak Rp 200 miliar. Target itu lebih tinggi Rp 5 miliar dibanding tahun sebelumnya, yakni Rp 195 miliar.

Pada 2020 target akan dinaikkan lagi menjadi Rp 300 miliar, pada 2021 menjadi Rp 400 miliar, sampai 2022 menjadi sebesar Rp 500 miliar. Luthfi menerangkan zakat tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada 1.000 penerima yang tersebar di lima wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Luthfi mengajak masyarakat Jakarta untuk menyalurkan zakatnya melalui badan resmi milik pemerintah seperti Baznas Bazis. Menurut dia, penyaluran dana zakat akan lebih terjamin sehingga dapat memangkas angka kemiskinan di Jakarta. (GN/TH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *