oleh

Kemenkumham-RI Digugat ke PTUN karena SK Yayasan Dwijendra

Jakarta, TribunAsia.com – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, bacakan gugatan perkara Nomor 84/G/2019/PTUN-JKT dalam hal ini Dr. Drs. Made Sumitra Chandra Jaya, M.Hum selaku Penggugat melawan Tergugat yakni Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham-RI).

Gugatan tersebut dilayangkan Penggugat mengenai surat keputusan (SK) Kemenkumham-RI yang terdapat dibilangan Jalan HR Rasana Said, Kav 6-7 Kuningan, Jakarta Selatan. Dengan obyek sengketa No. AHU-AH.01.06-0003792 tertanggal 02 Februari 2019 perihal penerimaan perubahan pemberitahuan anggaran dasar dan data Yayasan Dwijendra.

“Karena persidangan pembacaan gugatan dianggap sudah selesai, maka sidang di lanjutkan pada hari Senin, 12 Juni 2019 dengan agenda jawaban dari tergugat,” ucap majelis hakim, Baiq Yuliani, SH pada Senin (27/5/2019).

Hal tersebut pun tak lepas diutarakan Penggugat dalam persidangan mengenai permohonan penundaan pelaksanaan obyek sengketa untuk dikabulkan dengan tujuan SK itu tidak menyangkut kepentingan umum.

“Yang mulia sebelum sidang ini di tutup saya minta agar permohonan penundaan pelaksanaan obyek sengketa segera di kabulkan mengingat surat keputusan tersebut tidak menyangkut kepentingan umum,” jelas Widodo Iswantoro, SH sebagai kuasa Penggugat.

Namun demikian, Majelis Hakim PTUN Jakarta kembali menegaskan terkait harapan dari pihak Penggugat menjadi bagian dari pertimbangannya.

“Kami akan mempertimbangkannya permohonan penundaan yang saudara penggugat mohonkan,” tandas majelis hakim.

Sekedar informasi, empat (4) surat dari Kemenkumham-RI yang menyatakan bahwa pergantian pengurus Yayasan Dwijendra baru dapat dilakukan dan di pertimbangkan  apabila sudah ada keputusan dari Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (Incraht Van Gewijsde).

Diketahui, Dr. Drs. Made Sumitra Chandra Jaya, M.Hum menyatakan bahwa perkara ini tengah berperkara di Pengadilan Negeri Denpasar dan belum diputus dengan Nomor 297/Pdt/G/2018/PN Denpasar. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *