oleh

Pos Polantas di Seberang Kantor Bawaslu Dibakar Massa

Jakarta, TribunAsia.com – Pos Polisi yang terdapat di depan kantor Bawaslu RI dibakar massa. Ribuan massa yang bersitegang dengan aparat keamanan di Jalan Thamrin, Jakarta saling melempar batu dan botol.

Massa dengan beringas merusak Pos Polantas dengan melemparkan batu kebagian kaca dan membakar dalam ruangan tersebut.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Petang itu, nampak massa saling berlarian keberbagai arah untuk menghindari tembakan gas air mata. Mereka juga meminta Joko Widodo segera turun dari kursi Presiden secara sentak diucapkan dari barisan massa pendemo.

“Turun turun turun Jokowi turun Jokowi sekarang juga,” sebut massa yang menolak Presiden Jokowi didepan Bawaslu.

Terlebih, eskalasi massa semakin padat sekitar pukul 20.00 WIB dan diantara mereka juga berpesan agar tidak terprovokasi dalam aksi damai malam itu. Kericuhan yang terjadi disekitar kantor Bawaslu dinilai ada pihak ketiga yang menyusup barisan pendemo.

“Hati-hati pihak ketiga yang bikin kericuhan didalam aksi damai ini,” jelas salah seorang koordinator dikerumunan massa.

Berbagai massa dari organisasi umat Islam yang meneriakkan takbir mewarnai aksi saling serang terhadap petugas kepolisian dan TNI.

Sebelumnya, perwakilan organisasi sempat saling diberikan kesempatan dalam orasi terbuka diatas mobil komando. Menurut salah satu orator dari Ormas Muhammadiyah berpesan untuk menghafalkan surat Ali-Imran ayat 26 kepada massa aksi lainnya. Kemudian, dia mengatakan mulai dari gaji dan fasilitas aparat keamanan dibiayai oleh uang rakyat.

“2019 Allah tunjukkan mana saudara, mana teman-teman kita. Surat Ali-Imran ayat 26 hafalkan,” kata orator.

“Ya Allah pegang kekuasaan ya Allah berikan kekuasaan ini kepada Prabowo-Sandi ,” dalam doanya diatas mobil komando.

“Kita akan all-out setelah lebaran. Uang negara dari rakyat untuk membunuh rakyat. Baju-baju dan tamengmu dibeli dari uang rakyat. Takbir merdeka,” tegasnya

Selain itu, dia menyampaikan kepada massa aksi untuk tidak memandang ke arah barisan petugas kepolisian dan meminta kepada polisi untuk melangkah mundur dalam barisan tersebut.

“Saya tau kita semua marah, mangkanya jangan liat-liat polisi. Polisi mundur dikit dong,” ujar orator berbatik. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *