oleh

Ini Riwayat Ustaz Arifin Ilham

Jakarta, TribunAsia.com – Di tengah riuh rendah pemberitaan terkait aksi unjuk rasa di sekitar kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jl MH Thamrin, kabar ini mencuat. Menjelang tengah malam, misalnya, “Arifin Ilham” menjadi salah satu trending topic di Twitter.

Sosok Arifin juga tak dapat dipisahkan begitu saja dengan keriuhan politik kontemporer. Suara serak-serak basahnya saat melantunkan zikir merupakan bagian dari sejumlah aksi yang melibatkan umat terkait kontestasi politik dalam tiga tahun terakhir.

Kabar sakitnya Arifin Ilham muncul pada pengujung 2018. Saat itu, kanker getah bening dan kanker nasofaring stadium 4A disebut berbarengan menyerang ustaz kelahiran 8 Juni 1969 ini. Sempat menjalani perawatan di Penang, Malaysia, pada Desember 2018 dikabarkan Arifin sembuh tanpa ada jejak sel kanker.

K.H. Muhammad Arifin Ilham (lahir di Banjarmasin, 8 Juni 1969 – meninggal di Penang, 22 Mei 2019 pada umur 49 tahun) adalah seorang pendakwah atau dai.

Ia mendirikan majelis taklim bernama “Adz-Dzikra” pada tahun 2000.

Arifin Ilham adalah anak kedua dari lima bersaudara, dan dia satu-satunya anak lelaki. Ayah Arifin masih keturunan ketujuh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, ulama besar di Kalimantan, sementara ibunya, Hj. Nurhayati, kelahiran Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Ia meninggal dunia pada 22 Mei 2019 setelah dirawat di rumah sakit di Penang, Malaysia, akibat kanker getah bening. Almarhum akan dikebumikan di kompleks Pesantren Azzikra di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Riwayat Pendidikan

Pondok Pesantren Darun Najah, Jakarta Selatan (1983—1987)

Pondok Pesantren As-Syafi’iyah, Jakarta Timur (1987—1989)

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Nasional (Fisipol Unas) Jakarta. (berbagai sumber)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *