oleh

SBY Lega, Prabowo Menempuh Jalan Konstitusi

Jakarta, TribunAsia.com – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY telah menyampaikan sikap partainya terkait hasil Pemilu 2019 yang telah diumumkan KPU pada Selasa (21/5) dini hari. Dari Singapura, presiden ke-6 RI itu mengutarakan rasa syukurnya karena tahapan pemilu berlangsung lancar hingga ke pengumuman hasil.

“Kami bersyukur dan lega. Karena isu akan terjadinya aksi-aksi kerusuhan massa pada saat KPU mengumuman perolehan suara ini utamanya hasil Pilpres 2019, Alhamdulillah tidak terjadi. Paling tidak pada hari ini,” ujar SBY dalam video berdurasi 9 menit. Selasa (21/5) malam.

SBY juga mengaku, dirinya berdoa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga situasi aman, damai dan tertib dapat terus dijaga. Meskipun ruang bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat, termasuk aksi protes tertap dibuka dan dijamin oleh negara.

Lebih lanjut SBY berujar, dirinya telah menyimak pernyataan kedua capres. Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto usai rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU. Dirinya mengaku bersyukur dan lega. Karena Prabowo tetap memilih jalan konstitusi.

“Tafsiran saya melalui MK. Jalan yang dibuka dan disediakan oleh konstitusi kita. Bapak Prabowo juga menyerukan kepada para pendukungnya agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum,” katanya.

“Pak Prabowo apapun hasil dari gugatan bapak ke MK nanti sejarah akan mencatat. Bapak adalah seorang konstitusionalis. Serta orang yang menghormati pranata hukum, juga champion of democracy. Sebuah legacy yang akan dikenang dengan indahnya oleh generasi mendatang,” tambanya.

Selain itu, SBY ‎juga bersyukur dan lega. Karena Jokowi dalam pidato kemenangannya menyampaikan, akan menjadi pemimpin dan pengayom dari seluruh rakyat Indonesia. Juga akan berjuang keras demi terwujudnya keadilan sosial dan mengajak bersatu padu membangun bangsa dan tanah air tercinta.

“Komitmen pemimpin seperti itulah yang ditunggu dan sangat diharapkan oleh rakyat untuk diwujudkan setelah pemilu ini usai. Baik oleh mereka yang memilih Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin. Maupun yang tidak memilihnya,” tuturnya.

Menurut SBY‎ inilah awal yang baik untuk rukun dan bersatunya kembali bangsa Indonesia yang hampir setahun berada dalam kontestasi yang keras dan polarisasi yang ekstrim.

“Ini juga awal yang indah bagi terbasuhnya luka di antara anak bangsa. Serta bagi rekonsiliasi bersatunya kembali anak bangsa secara terhormat,” katanya. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *