oleh

Pemilik Ganja Seberat 3,204 Divonis 7 Tahun 3 Bulan

Jakarta, TribunAsia.com – Pemilik ganja dengan berat netto 3,204 divonis 7 tahun 3 bulan di PN Jaktim. Diketahui, Oki Tri Supriyanto (23) yang tinggal di Kelurahan Pisangan Lama, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur sebelumnya dituntut 8 tahun dan denda 800 juta rupiah.

Namun, usai pembacaan putusan disampaikan terhadap Terdakwa, kemudian Majelis Hakim PN Jaktim mempertegas kembali upaya-upaya hukum yang akan ditempuh Terdakwa untuk menentukan sikap banding atau menerima vonis tersebut.

“Bagaimana dengan tuntutan tadi, pikir-pikir ya sebelum ada kekuatan hukum,” kata Ninik Anggraini, SH sebagai ketua majelis hakim.

Menurut Darma Hendra, SH kliennya ditangkap petugas di Jalan Achmad Yani, By Pass, Kecamatan Matraman, Jaktim. Terlebih, dia menjelaskan pihaknya bersama Oki akan menentukan sikap dalam waktu sepekan.

“Dalam percakapan tadi (sidang) ini pikir-pikir selama 7 hari. Karena tujuan dibentuknya undang-undang nomor 35 tahun 2009 bagi pemakai seharusnya dilakukan rehabilitasi medis atau sosial karena jika dikenakan hukum pidana (penjara) itu tidak dapat mengobati kecanduan narkotika,” tegasnya.

“Pasal 103 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (“UU No. 35/2009”) menyatakan bahwa hakim yang memeriksa perkara Pecandu Narkotika dapat memutuskan agar Pecandu Narkotika menjalani pengobatan dan atau perawatan melalui rehabilitasi,” tambahnya.

Dalam persidangan putusan narkotika jenis daun ganja duduk selaku penutut umum (JPU) dihadiri oleh Everin Halomoan Harahap, SH.

Kemudian dia menjelaskan, pada pasal 127 penyalah gunaan narkotika dalam arti sebagai pengguna dapat dilakukan rehabilitasi medis dan sosial. Kliennya dijerat dengan pasal 111 ayat 1 Nomor 35 tahun 2009.

“Padahal didalam pasal 127 jelas, jika pemakai yg dpt dibuktikan jikalau dia korban penyalahgunaan narkotika hrs dilakukan rehabilitasi medis dan sosial,” sambungnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *