oleh

Stok Sembako Aman, Tidak Ada Alasan Menaikan Harga

Depok, TribunAsia.com – Sekjen Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih tegaskan, tak ada alasan kenaikan harga barang pokok di bulan Ramadhan dan Idul Fitri ini sebab, pemerintah sudah menyediakan stok yang cukup sehingga tidak ada kelangkaan barang. Bagaimana bisa, mengambil untung besar dari aktivitas ibadah orang.

Hal ini, disebutkan Sekjen Kemendag Karyanto Suprih disaat pelaksanaan Bazar Murah Ramadhan di Pusdiklat Kemendag, Sawangan, Kota Depok, Senin (20/5).

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Sebutkan, pelaku pasar oleh pemerintah dikontrol melalui asosiasi bidang masing-masing untuk patuh pada ketetapan harga. Jadi, tiada alasan mainkan harga alasan lantaran kekurangan stok barang bahan pokok.

Pemerintah juga memantau keterkecupan barang di setiap wilayah Indonesia. Bila ada yang surplus di suatu wilayah maka distributor diwajibkan untuk mengirim ke wilayah defisit.

“Terutama harga bawang putih yang di awal Ramadhan sempat melambung sampai 100 ribu, hal ini terjadi karena belum ada ketersediaan pasokan karena belum dibuka keran impor. Bawang putih ini 100 persen berasal dari import sebab tidak ada produksi di dalam negeri. Sekarang pemerintah mewajibkan kepada setiap importir untuk memproduksi bawang putih sebesar 5 persen bagi setiap importir. Harga bagaimana bisa, mengambil untung besar dari aktivitas ibadah orang yang putih tertinggi sekarang adalah Rp25 ribu per kilo,” ujarnya.

Dari informasi yang TribunAsia.com tanyakan pedagang di pasar di Kota Depok, harga bawang putih di kisaran harga Rp40 – Rp45 ribu rupiah.

Untuk semua sembilan pokok pemerintah sudah menetapkan harga jual, bila ada yang melanggar akan ditindak dengan sanksi.

Hari ini, Senin (20/5) hingga esok, Selasa (21/5), dilangsungkan bazar murah di Pusdiklat Kemendag di Sawangan Kota Depok yang diikuti oleh sejumlah retail dan asosiasi perdagangan. Seperti, dari Giant, Transmart, perhimpunan peternak sapi, dan asosiasi pengusaha impor daging, serta sejumlah pedagang lainnya.

Disebut Karyanto Suprih, kemendag menyelenggarakan empat kali bazar yaitu di Cilacap, Kota Depok, Jakarta Timur, dan terakhir nanti di Kantor Kemendag di Jakarta. Bazar ini sebagai tanda adanya kehadiran pemerintah dalam aktivitas peribadatan warga negara. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *