oleh

Perjalanan Spritual : Tanpa Kuliah Paham Ilmu Kedokteran, Tabib Mupti Mampu Obati Pasien Berbagai Penyakit

Bogor, TribunAsia.com ­- Selepas mengenyam pendidikan agama di pengajian milik orangtuanya di kawasan Gunung Karang Rumpin, Kabupaten Bogor, Mupti Golib (29 Tahun) tak dinyana bakal menjadi dokter bagi seluruh masyarakat Indonesia setelah melakukan perjalanan spritual mirip jejak Wali Songo.

Niatnya yang kuat untuk mendapatkan tambahan wawasan dan menyembuhkan berbagai macam penyakit yang diderita oleh masyarakat mengantarkan dirinya untuk berkelana sepanjang tahun 2005 sampai dengan tahun 2014.

Berbekal 150 ribu, Dirinya yang baru menginjak usia 14 tahun (tahun 2005) pergi berkelana dari Banten-Cirebon-Pamijahan Tasikmalaya-Bangkalan Madura selama 9 tahun lamanya.

“Saya hanya berjalan kaki selama 2 jam, entah kekuatan apa yang membuat saya cukup kuat dan akhirnya sampai ke Banten lalu ke Cirebon“ ulas Mupti mengenang.

“Begitu pula dari Cirebon ke Pamijahan, namun dari pamijahan ke Bangkalan Madura hanya makan waktu setengah jam lagi dengan berjalan kaki,” tambahnya.

Pengalaman unik saat dirinya baru tiba di Setu Sunan Kalijaga Cirebon selama 200 hari bertapa layaknya Sunan Kalijaga, Mupti Golib menjaga tongkat guru spritualnya.

“Saya sebenarnya enggan melakukannya, sebab guru saya hanya menancapkan tongkatnya kemudian pergi, hampir putus asa secara tiba-tiba beliau ( guru ritualnya.red) menasehati jika ingin iktiar harus ikhlas” ceritanya kembali mengenang napak tilasnya kemudian melanjutkan tapanya yang terhitung 200 hari diatas batu dan lambat laun sudah menyusut duduknya.

 

Kembali Ke Tanah Kelahiran Setelah 9 Tahun Berkelana

Pasca melewati masa-masa perjalanan spritual tersebut, Mupti Golib pun kembali ke kampung halamannya di Gunung Karang, Rumpin, Kabupaten Bogor namun Ia bukan lantas membuka tempat praktek pengobatan tetapi melanjutkan bertapa disebuah goa (tempat napak tilas Presiden Soekarno yang pernah melakukan semedinya pasca zaman kemerdekaan) yang dekat dengan tempat tinggalnya selama 3 bulan lamanya tanpa makan dan minum.

Berbekal keberanian dan mampu mengobati orang sakit lantas dirinya mengikuti test calon dokter di 9 rumah sakit besar baik diJakarta dan Bogor. Lazimnya seorang calon dokter harus mengikuti kuliah pakar, tutorial, skill lab, praktikum dan ujian.

Tutorial sendiri merupakan suatu metode belajar kelompok ( 10-15 Mahasiswa) yang dibimbing oleh seorang tutor (Dosen). Skill lab merupakan simulasi keterampilan medis yang biasanya di praktekkan dengan bantuan alat peraga (phantom) atau pasien simulasi.

Saat Mupti Golib hendak mengikuti test skill dengan menginfus 20 pasien secara bersamaan dalam waktu 2 menit, dan dilakukannya bersama 7 mahasiswa fakultas kedokteran dari perguruan tinggi ternama hanya Mupti Golib yang bisa disebut lulus dengan nilai terbaik dan memecahkan rekor sebagai calon dokter tercepat.

“Saya pun tak habis pikir padahal sekolah SD pun tidak apalagi berkuliah di kedokteran tapi saya mampu menyelesaikan tantangan tersebut kurang dari 2 menit, tak heran 7 mahasiswa tersebut banyak menanyakan kepada saya kebisaannya tanpa ikut kuliah kedokteran,” jelas Mupti Golib.

Sebuah ilustrasi menyebutkan bahwa kuliah sarjana kedokteran lamanya bervariasi, paling cepat 3,5 tahun. Proses pendidikan profesi dimulai sejak mahasiswa bergelar sarjana kedokteran. Mahasiswa kemudian diwajibkan mengikuti pengayaan dirumah sakit yang ditetapkan sebagai persiapan untuk memasuki jenjang pendidikan profesi. Setelah pengayaan mahasiswa akan memulai kegiatan rotasi kepaniteraan klinik tingkat 1 dan klinik tingkat 2 dengan total 4 semester. Dalam setiap departemen mahasiswa akan mendapatkan refreshing pengetahuan dan bimbingan ketrampilan pada minggu awal dan mempunyai kesempatan untuk mengaplikasikan teori melalui berbagai kasus dan penyakit yang diperoleh pada minggu 2,3 dan seterusnya.

Dan pada minggu akhir akan dilakukan evaluasi akhir pencapaian kompetensi dalam bentuk Computer Based Test, Mini Clinical Examination (MiniCex) Evaluation, Bedside Teaching, Case/Journal Report, Portofolio, Ujian Osce dan ujian lisan. Apabila mahasiswa berhasil lulus di semua departemen yang diikuti, maka mahasiswa mempunyai hak untuk ikuti ujian komprehensif sebagai evaluasi proses pembelajaran mahasiswa selama 2 tahun mengikuti proses pendidikan profesi dan kemudian akan mengikuti judisium sebagai tanda bahwa proses pendidikan profesi telah selesai.

Selanjutnya mahasiswa akan dipersiapkan untuk mengikuti ujian kompetensi mahasiswa program profesi dokter melalui bimbingan yamg disediakan dan diharapkan mahasiswa dapat lulus dari UKMPPD dan siap menjadi dokter yang akan diturunkan ke masyarakat, bagi Mupti Golib seluruh ilustrasi menjadi calon dokter tidak seperti mahasiswa kedokteran namun dilalui dalam bentuk keajaiban yang menjadikannya seorang tabib muda yang juga dokter bagi masyarakat sekitar daerah rumpin Kabupaten Bogor.

Mupti Golib sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka praktek balai pengobatan sendiri yang diberi label Balai Pengobatan Medis dan Non Medis Tabib Mupti. Sejak tahun 2016 hingga 2017 selalu hilir mudik berpraktek langsung di berbagai rumah sakit yang ada di kawasan Bogor dan Jakarta. Bahkan pasien yang sebagian besar ditangani olehnya adalah pasien dengan tindakan operasi bedah hingga kini tidak pernah satu pun pasien yang merasa dirugikan oleh ringan tangannya membantu warga terutama pasien dalam kategori masyarakat kelas menengah kebawah.

“Menjadi dokter itu disumpah atas nama Allah jika saja dokter lalai akan sumpahnya dipastikan dokter tersebut akan melakukan kecurangan alias mal praktek,” ujarnya.

Selama ini pun saya masih menangani pasien dengan kronologis penyakit berat bahkan saat ini pasien yang ada dibalai pengobatan adalah pasien buangan dari rumah sakit besar yang tidak bisa tertolong dalam proses pengobatannya, jelas Mupti Golib.

Baru di tahun 2018, Mupti Golib mulai mempersiapkan dokumen resmi untuk bisa membuka balai pengobatan sendiri berdasarkan pengalaman medis yang pernah dijalankannya selama kurang lebih 2 tahun dari hilir mudik ke 9 rumah sakit yang ada di bogor dan Jakarta (RSCM).

Kini balai pengobatan medis dan non medis Tabib Mupti Golib resmi berijin dengan nomor : 04/04/425/29 : DS/1/2019 sebagai tabib Specialis ber-NIP 19720731199111002, keberadaannya di Kampung Gunung Karang RT 005/005 Desa Kampung Sawah Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor adalah salah satu balai pengobatan yang banyak memberikan manfaat bagi warga kabupaten Bogor untuk menangani pasien non medis dan medis.

“Walau resmi baru satu tahun berdiri, Balai pengobatan ini sudah membantu ratusan pasien dengan berbagai jenis penyakit kronis, medis ataupun non medis,” ucapnya.

Saat ditanyakan apakah balai pengobatannya akan dikomersilkan seperti pengobatan yang ada dirinya malah tersenyum dan tidak akan pernah dijadikan ladang bisnis duniawi.

“Kami ikhlas menjalankannya tanpa pamrih dan tidak menakar berapapun biaya bagi pasien sebab seluruh petugas yang ada adalah para ustadz dibidangnya, Sebab sebelum pasien mendapatkan pertolongan pengobatan, pasien harus siap dirukiah dan dibekam seperti jenis pengobatan zaman Rasullullah SAW” tandasnya.

“Jika nanti terlihat ada medisnya tetap kami lakukan perawatan layaknya rumah sakit dengan berbagai peralatan medis seperti infus, suntik dan diminumkan obatnya” katanya lagi.

Diketahui balai pengobatan Tabib Mupti adalah jenis pengobatan yang menyatukan antara pengobatan secara islamiah dan modern seperti adanya rukiah, bekam, urut tradisional, pemandian air dzikiran, terapi, suntik, infus hingga bedah operasi berbagai macam karakter penyakit yang dialami oleh pasiennya.

“Kami melibatkan seluruh ustadz dan keluarga yang memiliki kemampuan dengan pengobatan non medis sementara medisnya adalah saya sendiri yang melakukannya,” pungkas Mupti Golib berharap bisa membangunkan Musholla dibangunan balai pengobatannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *