oleh

Perbandingan Rekapitulasi KPU, Situng KPU, KawalPemilu

Jakarta, TribunAsia.com – KPU menuntaskan hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2019 pada Senin (20/5) malam. Hasilnya, capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf mengungguli capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi dengan selisih 16.957.123 suara.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 85.607.362 suara (55,50 persen). Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandi meraih 68.650.239 suara (45,50 persen).

banner 336x280

Jokowi unggul di 21 Provinisi. Yakni provinsi Bali, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, DIY, Kalimantan Timur, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Maluku dan Papua.

Sedangkan Prabowo unggul di 13 provinsi, yakni Bengkulu, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, Banten, NTB, Aceh, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Riau.

Meski KPU sudah menetapkan hasil rekapitulasi nasional, Sistem Penghitungan Suara (Situng) KPU masih terus berjalan. Lembaga independen pemantau Pemilu 2019, KawalPemilu, juga masih menghitung suara kedua paslon melalui form C1 (berita acara Pemilu di tiap TPS).

Penetapan rekapitulasi nasional ini jelas jauh lebih cepat dari jadwal yang telah diagendakan. Sebelumnya, KPU menetapkan bahwa Kamis 22 Mei 2019 sebagai hari penetapan rekapitulasi nasional.

 

Situng KPU

Hingga Selasa 21 Mei 2019 pukul 11.54 WIB, data C1 masuk yang ada pada Situng KPU mencapai 92,47% suara. Pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 75.598.214 suara atau 55,44 persen, sedangkan Prabowo-Sandi meraih 63.161.733 suara atau 44,56 persen.

Baru ada 11 provinsi yang data C1 masuknya mencapai 100 persen. Masih ada 23 provinisi yang datanya belum rampung. Bahkan di provinsi Papua dan Papua Barat, data yang masuk kurang dari 32 persen.

Situng memang bukan rujukan untuk menetapkan siapa presiden dan wakil presiden terpilih. Lain dari itu, KPU mengadakan Situng untuk menunjukkan hasil pemilu secara transparan.

Cara kerjanya, lembaran kertas berisi hasil penghitungan suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan dipindai (scan). Setelah itu, seluruh angka yang tercantum itu dimunculkan ke dalam tabulasi di website resmi KPU (pemilu2019.kpu.go.id).

Setelah scan C1 seluruh TPS ditampilkan di website KPU, petugas KPU akan memasukkan data C1 yang sudah di-scan itu dengan cara manual.

 

KawalPemilu

Hingga Selasa 21 Mei 2019 pukul 11.54 WIB, data C1 masuk yang ada pada KawalPemilu mencapai 91,5 persen. Pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 77.710.744 suara atau 55,32 persen, sedangkan Prabowo-Sandi meraih 62.768.749.suara atau 44,68 persen.

Baru ada 1 provinsi yang data C1 masuknya mencapai 100 persen. Yakni provinsi Bengkulu. Masih ada 33 provinsi yang datanya belum rampung. Meski demikian, sudah ada 12 provinsi yang data masuknya lebih dari 99 persen.

Layaknya Situng KPU, KawalPemilu juga menggunakan pindaian C1 yang ada di tiap TPS. Total akan ada 813.350 C1 yang diunggah para relawan ke laman upload.kawalpemilu.org.

Nantinya, akan ada petugas yang memasukkan angka-angka itu ke dalam tabulasi suara nasional.

KawalPemilu didirikan oleh Ainun Najib dan empat orang lainnya. Yakni, Felix Halim, Andrian Kurniady, Ilham WK, dan Fajran Iman Rusadi. Pada tahun 2014 lalu, selisih suara akhir KawalPemilu dengan hasil rekapitulasi KPU terpaut 0,14 persen. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *