oleh

Raker IPSSI Tangsel, Tomy : Silat Warisan Budaya Pemersatu Bangsa

Tangsel, TribunAsia.com – Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSSI) Kota Tangerang Selatan menggelar rapat kerjanya pasca pelantikan ketua dan pengurusnya di Aula Kelurahan Cipayung, Jumat (17/05) siang kemarin.

Berbagai agenda dan program dirumuskan bersama jajaran kepengurusan baru periode 2019 – 2025 yang diselingi dengan buka bersama juga dihadiri para sesepuh perguruan silat dan tokoh masyarakat se-Tangsel.

banner 336x280

Ketua IPSSI terpilih Tomy Patria Edward kepada awak media menjelaskan bahwa agenda Raker IPSSI selain saling mengenalkan diri seluruh jajaran pengurus dan para tokoh silat se-Tangsel juga untuk tetap menjaga marwah persilatan yang mengedepankan persatuan dan kesatuan anak bangsa

“Silat adalah warisan budaya asli orang indonesia, melalui silat dapat menjaga ukhuwah antar umat siapapun dia, apapun jabatannya, gelarnya juga kastanya seluruh elemen masyarakat mengakui bahwa silat dapat mempersatukan anak bangsa” jelas Tomy.

Menurutnya kembali, bahwa IPSSI Banten sudah memberikan saran kepada kami untuk membuat eventevent bertaraf nasional dan saat ini tengah dilakukan desain portablenya.

“Kami pun berharap para pesilat asal Tangsel bisa go-internasional mendapatkan apresiasi dirangking pertama tingkat nasional. Kedepannya prestasinya membaik dan meraih emas dalam event nasional ataupun internasional.

Diakuinya raker IPSSI sempat tertunda akibat gelaran pemilu 2019 dan pada bulan Ramadhan baru bisa dilaksanakan, “Memang sempat menunggu pileg dan pilpres selesai, kebetulan moment bulan suci Ramadhan IPSSI Tangsel bisa melaksanakan pertemuan langsung dengan para sesepuh pesilat dari 7 kecamatan yang ada di Tangsel,  mohon doa dan dukungan masyarakat agar IPSSI Tangsel mampu menelurkan pesilat yang siap berlaga di event nasional juga internasional,” tutup Tomy yang sudah menyiapkan beberapa agenda di seratus hari kerjanya sebagai ketua terpilih.

Sebelumnya aktivis dan motor pergerakan Cipasera Yardin Zulkarnain menguraikan banyaknya organisasi nasional yang ada di Tangsel baru sebagian bisa bermain dikancah nasional, untuk bidang olahraga sendiri Koni Tangsel sudah sepantasnya melakukan pembinaan mandiri dengan menempatkan para atlet di wisma atlet yang dimiliki oleh Kota Tangsel sendiri.

“Atlet tangsel seperti pesepakbola, pesilat, karateka dan sebagainya belum maksimal dilakukan pembinaan oleh Koni sebab hingga kini koni tidak pernah berpikir memiliki wisma atlet sendiri, stop berakumulasi dengan APBD cuma buat kepentingan pribadi pengurus koni.

“Sudah sepantasnya koni pikirkan nasib para atlet dan pelatih di bidang olahraga yang sudah sangat darurat dibutuhkannya wisma atlet di Tangsel,” tutup Yardin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *