oleh

Silaturahmi Sekaligus Berbuka Puasa, Wakil Ketua PT DKI Jakarta Ingatkan Pentingnya Integritas yang Tinggi

Jakarta, TribunAsia.com – Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta (Waka PT DKI Jakarta) Dr. Syahrial Sidik, SH MH disela-sela berbuka puasa mengatakan pentingnya silaturahmi dan mengingatkan tentang integritas.

Di bulan penuh berkah, dia menekankan didalam istitusi yang dianunginya untuk senantiasa memiliki integritas yang tinggi. Selain itu, Syahrial juga menyadari tantangan dan godaan dalam dunia kerja dilingkungan pengadilan seperti yang diutarakan dalam siraman rohani saat menjelang berbuka puasa.

“Biasa kita saling silaturahmi. Yang paling penting juga saling mengingatkan bahwa kita bekerja di suatu institusi di mana integrity (integritas) yang paling utama itu,” ujar Wakil ketua PT kepada TribunAsia.com, Kamis petang (16/5/2019).

“Ini-kan mungkin tadi ustad memberikan siraman rohani, bagaimanapun integritas itu sangat penting didalam proses bekerja. Apalagi saat ini banyak godaan disinilah kita bernaung di bawah Tuhan Yang Maha Esa,” imbuhnya.

Terlebih, Syahrial juga menambahkan dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa setiap insan yang bekerja diinstitusi pengadilan harus memiliki integritas tinggi atau dengan kata lain bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi.

“Demi keadilan berdasarkan Ketuhanan yang maha esa, itu menandakan bahwa seorang yang bekerja dunia pengadilan harus memiliki integritas bukan hanya tinggi, sangat tinggi melebihi yang lain saya kira itu. Yang jelas yang pertama integritasnya sangat tinggi saya kembali kepada integrity bagaimanapun entarnya kita,” ungkapnya.

Menurut dia, integritas terbagi menjadi dua diantaranya berkaitan dengan moral dan etos kerja. Wakil ketua PT DKI Jakarta kembali menjelaskan, didalam etos kerja yang tinggi akan tercermin dengan sikap seorang personil Hakim dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Kemudian, kata Syahrial sikap terpuji yang dimiliki tersebut harus sesuai dengan nurani diibarakan dia sosok seorang Hakim mewakili Tuhan meskipun tak menutup kemungkinan terdapat godaan saat bekerja.

“Etos kerja yang tinggi karena kita mengalami kinerja yang prima kepada masyarakat tetapi dibarengi dengan batin yang harus selalu tawadhu. Harus kembali kepada sikap ketuhanan sering orang bilang Hakim itu perwakilan dari Tuhan kalau sudah disebutkan seperti itu dia harus mempunyai sikap dan tingkah laku yang sangat baik. Artinya sikap yang harus terpuji tapi kadang kala godaan,” jelasnya.

Masyarakat diharapkan harus berperan serta karena ketika berperkara setiap orang ingin selalu menang. Untuk itu, dikatakan Syahrial agar masyarakat lebih menyadari dan menghormati sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kita pun atau siapa saja ingin menang ingin selalu didahulukan yang kita harapkan dari masyarakat ikut berperan di dalam masa kredibilitas yang tinggi jangan sampai hal-hal seperti itu kita berpaling muka. Hal yang lain saya kira itu,” tutupnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *