oleh

Warga Tangsel Ikuti Polling Pilkada, H.Ramlie – Tomy Patria Ideal jadi Walikota

Tangsel, TribunAsia.com – Jenuh dengan hasil pembangunan yang dinilai kurang terserap bahkan terasa tebang pilih dalam pemerintahan Airin-Benyamien Davnie, tak hanya itu sejumlah persentase miring dan banyaknya aksi demo menimbulkan persepsi berbagai kalangan masyarakat jika perjalanan selama satu dekade berdirinya Kota Tangerang Selatan belum mewakili aspirasi masyarakatnya hanya dinikmati segelintir massa alias pendukung politik walikota dan wakil walikotanya.

Kolusi, Korupsi dan Nepotisme masih kental ada dalam proses perekrutan sumber daya manusia di pemerintahan Airin-Benyamien, Hal ini dapat dilihat adanya peristiwa aksi protes dari sejumlah pejabat birokrat internal tentang rotasi jabatan dan mutasi secara tiba-tiba, bahkan pernah mendapatkan protes keras dari sebuah lembaga bernama gerakan masyarakat pemburu koruptor yang menyebutkan bahwa birokrat pemerintahan Airin-Benyamien isi pejabatnya bermental korup.

banner 336x280

Hingga jelang masa berakhir pemerintahannya, Airin-Benyamien dianggap akan meninggalkan catatan buruk bagi keduanya selama menjabat 2 (dua) periode menjadi walikota dan wakil walikota. Kini masyarakat diajak ikut berpartisipasi mengikuti polling walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan pilihan masyarakat yang disebarkan melalui pesan singkat WhatsApp dan saat ini tercatat dua nama tokoh sentral dianggap paling ideal menempati kursi TS1 pasca tinggal landas pemerintahan Airin-Benyamien.

Nama Haji Abi panggilan akrab HM Ramlie (Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan periode 2014-2019.red) juga Tomy Patria Edward Ketua IPSSI Tangerang Selatan (Seorang ASN yang saat ini masih menjabat Lurah Cipayung .Red) digadang-gadang sebagai kandidat walikota ideal pilihan masyarakat bahkan dianggap mampu menjadi pelopor perubahan di Kota Tangerang Selatan.

Julukan Mr.Clean bagi keduanya seperti obat untuk melepaskan jerat KKN yang masih ada dalam pemerintahan Airin-Benyamien yang sudah menjadi komoditas kepentingan pribadi dan kelompok dalam menciptakan pembangunan yang ada di Tangerang Selatan.

“Bicara soal polling itukan kerjaan orang Tangsel, biar saja beredar dimasyarakat dan saya juga belum tahu kalau nama saya ada,” demikian jelas Haji Abi saat ditanya wartawan kemarin (Senin, 13/5/2019) dikediamannya.

“Kita lihat saja bagaimana respon masyarakat atas polling yang beredar realitanya, jika harapannya sama dengan harapan saya juga monggo dilanjutkan, tukasnya seperti mengibaratkan kesiapan dirinya maju di pilwalkot Tangsel sambil tersenyum.

Berbeda dengan Lurah Tomy saat ditanyakan namanya masuk nominasi walikota pilihan masyarakat, dirinya cuma bilang biar saja polling itu terus berjalan dan sama-sama melihat siapa yang pantas sebagai walikota kedepan.

“Saya bersyukur jika menjadi pilihan masyarakat, pekerjaan dimanapun adalah ibadah apalagi dipilih berdasarkan animo masyarakat tentunya ibadah dan amanah yang dipertanggungjawabkan kelak di akhir zaman,” urai Bang Tomy (biasa awak media menyapa.red).

Menurutnya kepala daerah adalah figur yang sulit dan harus benar benar memperjuangkan kepentingan warga dalam mengembang amanat yang diberikan, namun sepandai-pandai tupai melompat, suatu saat akan gawal juga.

Serapat-rapat bangkai disimpan, bau busuknya akan tercium pada waktunya. Apa yang kemudian terjadi adalah rakyat sebagai korban dan hanya bisa menahan rasa kecewa yang mendalam saat menyaksikan pemimpin daerahnya berada dibalik jeruji besi. Dirinya mengisahkan bila pemerintahan dipenuhi dengan intrik politik dan berafiliasi unsur KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.Red).

“Sebagai Kapala Daerah, harus bersedia bekerja demi kepentingan warga dan tidak mempunyai niat atau tujuan mencari keuntungan pribadi atau golongannya sendiri. Kepala Daerah harus bersih dari perilaku Korupsi dan senantiasa berpihak kepada kepentingan warganya,” pungkas Bang Tomy.

Terpisah suara warga Tangsel yang diwakilkan oleh Abu Sofyan menyebutkan bahwa masyarakat Tangsel membutuhkan karakter pemimpin ideal yang benar-benar mampu menyelesaikan berbagai persoalan. Bukan sekadar dengan penampilan santun di depan, namun di belakang bermain sendiri untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Rakyat tentu juga ingin mengetahui rekam jejak dari calon Kepala Daerah akan maju pada Pilkada. Oleh sebab itu Calon Kepala Daerah harus benar-benar terpuji, teruji dan bernyali untuk mewujudkan perubahan yang berarti.

“Nama HM Ramlie alias Haji Abi dan Bang Tomy kami anggap pantas menjadi calon walikota pilihan masyarakat, Jujur jika saya dipaksa memilih tentunya memilih yang muda yang visioner seperti Lurah Tomy sebagai Walikotanya,” ucapnya mantap.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *