oleh

Dinilai Dakwaan Kabur Atas Kepemilikan Cairan Fruorofentil Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

Jakarta, TribunAsia.com – Dinilai tidak memenuhi syarat materil dalam surat dakwaan (obscuur libel) Kuasa Hukum yang ditunjuk oleh Majelis Hakim PN Jaktim akan mengajukan eksepsi pekan depan.

Sinyo Josua Pinem SH selaku tim penasehat hukum mengatakan surat dakwaan yang tujukan kepada Gregorius, Alexander dan Budi Bastomi dinyatakan dakwaan kabur dalam kepemilikan barang bukti 2 botol cairan dengan takaran diperkirakan 7 mili liter dan mengandung fruorofentil dan dimentilbutanoat.

banner 336x280

Ketiga orang itu ditangkap di kantor JNE dibilangan Halim Perdanakusuma Jalan Cakrawala No 24 Jakarta Timur. Barang bukti tersebut sebagai mana terdaftar dalam nomor urutrut 95 golongan satu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2018.

“Dakwaan subsider tidak memenuhi syarat materil surat dakwaan atau surat dakwaan kabur (obscuur libel). Tadi keberatan atas surat dakwaan terdakwa Gregorius dan terdakwa Alexander. Mengajukan eksepsi, jadi agenda eksepsi 15 Mei 2019,” kata Sinyo kepada TribunAsia.com, Senin (13/5/2019).

Kemudian, dalam kesempatan sidang mendatang dia hendak menyampaikan dan minta dibuktikan. Sinyo menambahkan, berkas dakwaan kliennya didapatkan secara terpisah Gregorius dan Alexander satu dakwaan. Sedangkan, satu Terdakwa lagi Budi Bustomi dalam dakwaan yang terpisah.

 

Keterangan Surat Dakwaan

1. Surat dakwaan No. Reg. Perkara: PDM 283/JKT.TIM/04/2019

Terdakwa 1: Gregorius Greco Maick.

Terdakwa 2: Alexander Bima Handi P.

2. Surat dakwaan No. Reg. Perkara: PDM 280/JAK.TIM/04/2019

Terdakwa 3 : Budi Hastomi alias Tomi.

“Jadi terdakwa Gregorius dan terdakwa Alexander dalam satu surat dakwaan. Sedangkan terdakwa Budi Bastomi pada surat dakwaan yang terpisah,” ujarnya.

Barang bukti itu diketahui masing-masing berisi 3,5 mililiter dalam kemasan berjumlah 2 botol dengan total 7 ml dan telah diperiksa di labolatoris kriminalistik nomor lab 39/III/2019/Balai Lab Narkoba tertanggal 5 Maret 2019 lalu ditanda tangani oleh Maimunah, A .Si, M.Si dan Rieska Dwi Widayati, S.Si, M.Si.

Terlebih, menurut Kuasa Hukum saat sidang pekan depan, hal tersebut ingin dibuktikan karena dalam dakwaan terhadap kliennya sebagai pengedar dan butuh pembuktian.

“Kalau acuannya surat dakwaan para terdakwa didakwa sebagai pengedar. Tapi itu masih harus di buktikan di persidangan,” tegas dia. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *