oleh

Direktur CV Gabe Tama Dicecar Seputar Lelang Alat Pemadam Kebakaran

Jakarta, TribunAsia.com – Direktur CV Gabe Tama, Rinjani Malau dihadirkan menjadi saksi dalam perkara tender alat pemadam api ringan (Apar) di Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Damkar) Jakarta Timur.

Rinjani Malau diperkirakan memperoleh uang senilai Rp 10 juta dari fee atas peminjam bendera CV Gabe Tama terhadap Terdakwa Achmad Fadlan. Diketahui, permasalahan muncul ketika Terdakwa tidak bisa melunasi pembayaran pemesanan tabung pemadam seberat 6 kilogram dari PT Indolok Bhakti Utama sebagai supplier atau penyedia barang tersebut.

Saksi mengatakan, CV Gabe Tama kerap dipergunakan untuk tender pengadaan barang dan tender pengadaan barang-barang sampai menembus instansi pemerintah. Sekedar informasi, jumlah nilai pemesanan alat pemadam kebakaran api ringan diperkirakan mencapai nominal Rp 771 juta.

“Ya biasa. Balai Kota,” singkat Saksi, Selasa (7/5/2019).

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) Saksi menerima imbalan (fee) dari Achmad Fadlan senilai 3-10 persen. Selain itu, atas pinjaman bendera perusahaan Majelis Hakim pun menggali informasi dari Saksi Rinjani Malau atas kesepakatan fee yang diperoleh.

“Yang meminjam CV milik anda itu terdakwa, anda setuju dapat berapa fee-nya. Dapat 3 atau 10 persen,” tanya Muarif, SH selaku pimpinan sidang.

Akan tetapi, penutup umum ikut meminta penjelasan perihal peminjaman perizinan perusahaan yang dipergunakan untuk memenangkan tender pengadaan alat pemadam kebakaran. Kemudian, atas perjanjian jasa peminjaman CV tersebut kembali dipertanyakan oleh JPU.

“Dalam rangka acara apa saudara kenal. Pinjam perusahaan saudara untuk apa alat pemadam kebakaran ada perjanjiannya,” sebut Handri, SH.

Disamping itu, pengurus pemesanan barang berupa alat pemadam juga disebut-sebut dalam percakapan persidangan. Selaku pimpinan perusahaan Saksi dipertanyakan kembali peran dan tanggung sebagai Direktur di CV Gabe Tama.

“Siapa yang mengurus PO itu. Saudara bilang Mbak Ervina yang saudara tahu PO tersebut kepada siapa,” tanya kuasa hukum Terdakwa.

“Apa tanggung jawab anda sebagai direktur utama, tanggung jawab anda bagamana,” beber tim kuasa hukum lagi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *