oleh

Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok Walkot Depok Siap Intervensi Pasar

Depok, TribunAsia.com – Wali Kota Depok Muhammad Idris mengatakan Pemkot Depok terus intensif memantau pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar selama bulan puasa Ramadhan sampai hariraya Idulfitri nanti bersama Forkompinda Polresta dan Kodim Kota Depok.

Disebutkan Muhammad Idris, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok,Jawa Barat, bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) mengadakan pasar murah di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sukmajaya, Pancoran Mas, dan Beji. Warga dapat terus mengakses informasi dari pelbagai sarana informasi dari media massa dan media sosial.

banner 336x280

Pasar murah bertujuan memberikan kesempatan kepada warga Depok untuk memperoleh harga sembako di bawah harga pasaran untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di bulan suci Ramadhan. Jurnalis, Hendrik Raseukiy Rabu (8/5). Yang intensif dipatau ialah pergerakan harga terutama beras, bawang merah, cabe, telur ayam, daging ayam, daging sapi, dan minyak goreng.

“Kita terus memantau dan memastikan ketersediaan stok dan pasokan bahan kebutuhan pokok yang ada di gudang, pasar tradisional maupun pasar ritel modern. Memantau para pedagang agar tidak menaikan harga secara berlebihan dan tidak melakukan penimbunan barang, khususnya barang kebutuhan pokok.

Mengajak stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sederhana, tidak berperilaku konsumtif dan tidak berbelanja secara berlebihan,” ujar Idris.

Hal lain yang dilakukan Pemkot depok ialah melaksanakan desiminasi informasi kepada masyarakat, baik melalui spanduk, banner, running text, dan melibatkan forum ulama yang bertujuan untuk mengendalikan ekspektasi masyarakat dengan memberikan persepsi positif mengenai kondisi pasokan dan kelancaran distribusi serta melakukan konsumsi secara wajar dan bijak dalam berbelanja.

Disebukan Walkot Depok Muhamamad Idris, soal transpotasi hariraya juga antisipasi oleh Pemkot Depok dengan mengkoordinasikan pemantauan penetapan dan kepatuhan pelaku usaha jasa transportasi jika terdapat kebijakan pengaturan tarif angkutan dalam rangka Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Tahun 2019. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *