oleh

Berlarut Silang Sengketa Kasus First Travel di PN Kota Depok

Depok, TribunAsia.com – Selama puluhan ribu calon jamaah umrah belum diberangkatkan, tiada habisnya silang sengketa kasus perusahaan pemberangkatan jamaah umrah First Travel (FT) di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok. Selasa, (7/5), kembali digelar peradilan jawaban dari tergugat mantan pemilik dan Direktur FT Andika Surachma yang sekarang sudah jadi narapidana di Rumah Tahanan di Cilodong, Kota Depok. Andika dan Kejaksaan Negeri Kota Depok digugat oleh sekira 3200 orang yang tergabung dalam gugatan menamakan diri Perkumpulan Agen Jamaah Korban FIrst Travel (Paja- FT).

Pantauan, tampak belasan jamaah masih semangat mehadiri persidangan. Ketua majelis hakim Ramon Wahyudi tidak lama melangsungkan persidangan. Setelah dibuka, antara kuasa hukum Kejari Depok dengan Kuasa Hukum terpidana Andika Surachman, Muhammad Irwan menyerahkan jawaban atas gugata Pajak-FT kepada Majelis Hakim dan kepada kuasa huhum Pajak-FT Riesky Rahmadiansyah. dalam peradilan ini, disepakiti oleh para pihak bahwa agenda berikutnya yaitu replik dari Riesky Rahmadiansyah yang akan dilangsungkan pada Hari Selasa 14 Mei pekan depan.

banner 336x280

Seusai persidangan, kedua kuasa hukum yaitu Riesky dan Irwan senada mengatakan bahwa Andika Surachma sebagai pemilik dan direktur First Travel bersedia menunaikan pemberangkatan semua calon jamaah umrah bila asetnya dikembalikan kepada jamaah atau First Travel dengan pengawasan dari negara. Riesky mesinyalir ada pihak pihak yang menggelapkan dan ingin menguasai aset milik perusahaan First Travel, dan milik pribadi Andika Surachman, Annisa Hasubuan dan Kiki Hasibuan untuk kepentingan pribadi.

“Semoga saja majelis hakim tidak mengabil keputusan me-NO-kan (niet onvankelijke verklaard-red) masalah ini.

Lanjut Riesky, aset yang disita oleh aparat kepolisian dan kejaksaan jika periksa dengan saksama mencapai Rp663 miliar yaitu dari aset harta First Travel dan harta pribadi Annisa Hasibuan dan Kiki Hasibuan. Maka menjadi pertanyaan besar jika bahwa dalam perisidangan di Pengadilan Negeri Kota Depok Mei 2018 hanya sejumlah Rp8,9 miliar. sedangkan ketika diteliti oleh Riesky Rahmadiansya dan rekan, dari jumlah harta benda sitaan yang terdata dan divonis dipersidangan berjumlah Rp5 miliar saja.

Riesky dan Irwan mempertanyakan kemana harta milik Andika, Annisa, dan Kiki raib. Riesky dan Irwan secara terpisah sudah mendapatkan kesaksian Andika, Annisa, dan Kiki yang sekarang mejalani perhukuman di Rumah Tahanan Kota Depok di Cilodong.

Muhammad Irwan dan rekannya, yang membela kasus Andika Surachman ini secara probono mengatakatan, Andika Surachman optimis masih bisa meberangkatkan calon jamaah umrah bila diberi waktu dan kesempatan untuk itu, bila saja tidak serta-merta ditetapkan sebagai pelaku penggelapan dan penipuan. Atau pun aset sitaan tersebut dikembalikan untuk kepentingan pemberangkatan jamaah.

Putusan NO merupakan putusan yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima karena alasan gugatan mengandung cacat formil. Ini artinya, gugatan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh hakim untuk diperiksa dan diadili sehingga tidak ada objek gugatan dalam putusan untuk dieksekusi. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *