oleh

Jakpas Sampaikan Rasa Kecewa Terhadap Walikota Jaktim Terkait Konsep Gerakan Posyandu 2019

Jakarta, TribunAsia.com – Panitia Jaringan Peduli Aksi Anak Jakarta Sehat (Jakpas) menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap Walikota Jakarta Timur, M Anwar pasalnya tim panitia dianggap tidak siap dalam penyelenggaraan Gebyar Posyandu 2019 di Museum Benyamin Sueb.

Wahyu mengatakan Walikota Jaktim dalam kegiatan pada Selasa (30/4/2019) lalu di Jalan Rawa Bunga Kecamatan Jatinegara Jakarta Timur dinilai menumpang agenda Jakpas demi mengangkat lokasi yang redup namanya tersebut dimata masyarakat.

banner 336x280

Rencana sebelumnya, dijelaskan dia agenda tersebut akan ditempatkan di Gedung Nyi Ageng Serang di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan dengan tujuan melalui Gerakan Posyandu permasalahan gizi buruk di DKI Jakarta dapat terselesaikan dengan baik.

“Sehingga stunting ini melalui gerakan revitalisasi dan posyandu bisa terprogram itu awal ide kita itu. Kita sudah diskusi di dengan kawan-kawan di TGUPP mereka sangat antusias. Tadinya kita rencanakan tanggal 29 memang, tapi karena permintaan Pak Walikota tempat ini yang namanya Benyamin Sueb ini akan diangkat Cagar Budaya ini kan meredup ya namanya dia mau numpang dengan acara karena kita ingin menampilkan Pak Gubernur,” tegas Wahyu, Sabtu ( 5/4/2019).

Pria berkaca mata itu pun menjelaskan terkait ide-ide panitia yang dipakai oleh Walikota Jaktim dan ditambahkan Wahyu kegiatan program kesehatan tersebut digabungkan dengan seni budaya. Terlebih, untuk memperkenalkan Museum Benyamin Sueb dikatakan dia memproleh disposisi dari Pemprov DKI Jakarta.

“Awalnya kita sowan sebagai tuan rumah (Walkot Jaktim) dengan isu stunting mau kita angkat di Kecamatan Jatinegara di Jakarta Timur. Tapi beliau (Walkot) menginginkan di sini saja (Museum Benyamin Sueb) asal Pak Gubernur memberikan disposisi,” beber dia lagi.

Kemudian, dia menuturkan konsep-konsep Gebyar Posyandu mulai dari awal dan pelaksanaannya atas kerja sama tim panitia itu sendiri. Menurutnya, didalam kegiatan itu berlangsung secara bersama baik kegiatan seminar maupun pelayanan kesehatan diarea Museum Benyamin Sueb.

“Konsep ini sebenarnya awalnya saya yang buat sendiri awal hingga menjelang pelaksanaan ini konsep yang cetak awal itu adalah menyelenggarakan seminar dan Gebyar Posyandu dengan rangkaian acaranya di dalamnya ada seminar. Lalu, di luar ruangan itu ada buat booth-boorh untuk pelayanan posyandu, kesehatan dan gizi kuliner di luar itu sebagai pelengkap,” tandasnya.

Sambung dia, melalui konsep-konsep itu diharapkan masyarakat dapat terhindar dari gizi buruk khususnya di DKI Jakarta. Isu stunting yang di angkat tersebut menjadi perhatian seluruh SKPD di Jakarta termasuk masyarakat luas dan Pemprov DKI Jakarta untuk terus di gulirkan.

“Harapannya sih konsep yang kita gulir kan ini sebenarnya sih siang kita boleh rekan ini jawaban yang kita mengurangi tingkat stunting yang sangat tinggi di DKI Jakarta.  Dan itu adalah salah satu perhatian dari pak Gubernur, kita sebagai pendukungnya dulu sampai sekarang ingin membantu beliau,” kata tim relawan pendukung Anis Baswedan.

“Jadi perhatian semua SKPD semua sektor dan semua lini di masyarakat. Baik dinas and maupun lingkup by ke dinas and maupun lingkup dan ini yang menciptakan kembangkan terus,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *