oleh

Elemen Buruh SPPIKB Minta Pemerintah Perhatikan Nasib PT Pos Indonesia

Jakarta, TribunAsia.com – Elemen buruh Serikat Pekerja Pos Indonesa Kuat Bermartabat (SPPIKB) memperingati Mayday 2019 berkumpul di Tenis Indoor Senayan, Jakarta. Mereka tiba sekitar pukul 10.00 WIB dilokasi tersebut dan menuntut upah layak.

Hendri Joni selaku Sekretaris Jenderal SPPIKB meminta kepada pemerintah untuk merevisi PP tentang upah para pekerja. Terlebih, SPPIKB menilai pengusaha yang duduk di BUMN kerap melakukan PHK secara serampangan.

banner 336x280

“Tuntutan SPPIKB pada Mayday 2019 kali ini selain meminta pemerintah merevisi PP tentang pengupahan yang masih belum layak memenuhi kebutuhan minimum pekerja beserta keluarga. SPPIKB juga meminta khususnya pengusaha dari BUMN agar tidak serampangan dalam mem-PHK karyawan,” jelasnya kepada TribunAsia.com, Rabu (1/5/2019).

Kedatangan barisan buruh dari berbagai elemen organisasi ke Tenis Indoor Senayan dan bergabung dengan Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia yang dipimpin oleh Mirah Sumirat.

“SPPIKB bergabung dengan afiliasi Aspek Indoensia dengan Mirah Sumirat sebagai Presiden Aspek Indonesia,” kata dia bersama Fadhol Wahab sebagai aktivis buruh.

Kendati demikian, SPPIKB menilai Direksi yang ditunjuk langsung oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno dianggap gagal dan tidak becus mengurus PT Pos Indonesia. Oleh sebab itu, serikat buruh PT Pos Indonesia mengharap Pemerintah lebih peduli terhadap nasib mereka karena PT Pos memasuki ambang kebangkrutan.

“Lebih khusus lagi SPPIKB meminta kepada Pemerintah cq Menteri BUMN agar memerhatikan nasib PT Pos Indonesia (Persero) karena Direksi yang ditunjuk oleh kementerian telah gagal dan salah urus sehingga PT Pos diambang kebangkrutan,” tegasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *