oleh

Tantangan Pengembangan Sistem Pertanian Alami

Bilukumba, TribunAsia.com – Sistem pertanian alami merupakan jawaban terhadap kebutuhan pola hidup sehat, khususnya terkait makanan pokok yang dikonsumsi setiap hari, penggunaan unsur alami seratus persen menyebabkan padi yang dikonsumsi benar-benar sehat, akan tetapi tidak mudah menyebarluaskan pemahaman sistem pertanian alami di tengah masyarakat, ada tantangan tersendiri yang menghalangi.

Menurut penuturan Kama selaku penggerak sistem pertanian alami di Karama, Bulukumba, pola pengolahan pemeliharaan padi yang instan dengan menggunakan bahan kimia merupakan masalah utama.

“Masalah di kebiasaan, contoh masyarakat sudah puluhan tahun terbiasa menggunakan pupuk kimia, terbiasa menggunakan racun kimia pembunuh hama, dan semua itu instan, kalau sudah dipupuk dan diracun paling seminggu kemudian baru padinua dilihat lagi, jadi kalau diajak menerapkan sistem pertanian alami yang mengharuskan petani setiap hari mengecek padinya mereka merasa kerepotan” ungkapnya, Selasa (30/4).

Sosialisasi yang disampaikan ke masyarakat menggunakan berbagai cara, salah satunya dengan mengadakan pertemuan informal kemudian mengundang orang yang dianggap paham sistem pertanian alami untuk memberikan penjelasan.

“Di rumah saya ini sudah pernah, pernah diadakan pertemuan kecil-kecilan saya hadirkan sekitar dua puluh teman petani, lalu saya undang kawan dari Bulukumpa yang memang bisa menjelaskan masalah ini” katanya.

Walaupun begitu ia tetap optimis cepat atau lambat masyarakat akan bergeser ke sistem pertanian alami.

“Soal waktu saja kapan masyarakat akan menerapkan sistem ini, paling tidak untuk padi yang dimakannya” tutupnya.(ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *