oleh

Disparbud DKI Jakarta Bersama JTF Kembangkan Destinasi Wisata

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Edy Junaedi menilai destinasi pariwisata yang terdapat di Jakarta menurut dia telah terbagi-bagi. Adapun kata Kadisparbud, rencana kedepan pihaknya akan menawarkan konsep-konsep yang bersifat pribadi di lokasi objek wisata Pulau Seribu.

“Jadi destinasi wisata sudah terbagi-bagi. Seperti pulau Seribu dan Situ Babakan. Untuk pulau-pulau tertentu nanti kita buatkan konsep-konsep yang sifatnya private,” jelas Edy di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu (28/4/2019).

banner 336x280

Selain itu, melalui Jakarta Marketing Week 2019 terkait pariwisata khusus di DKI Jakarta isu halal turut digaungkan dengan alasan penduduk muslim mendominasi. Hal tersebutlah perencanaan berkaitan dengan industri pariwisata akan lebih ditonjolkan terutama dalam bisnis kuliner.

“Sebenarnya Indonesia halal, kalau di Jakarta ini banyak yang muslim sebenarnya kalau kita kembangkan yang halal banyak,” tandasnya.

Ketua Jakarta Tourism Forum (JTF) Salman Diandra mengatakan, dinas-dinas terkait dibawah naungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah siap men-support dalam pengembangan pusat destinasi wisata di Jakarta. Kemudian, sektor pariwisata secara tidak langsung akan berpotensi menambah pendapatan masyarakat.

“Mungkin sudah 15 dinas yang sudah siap mensuport kita dalam pengembangan Jakarta sebagai pusat destinasi wisata untuk semua ini. Masyarakat Indonesia khususnya di Jakarta merasakan dampak ekonomi yang besar terkait dengan sektor pariwisata,” kata dia.

Salman juga mengomentari kebijakan-kebijakan penyedia layanan perhubungan udara melalui pembatasan bagasi yang dapat mempengaruhi pendapatan pelaku usaha terutama pedagang cendra mata dan UMKM. Hal tersebut kata dia, beban biaya bagasi menjadi pertimbangan bagi para wisatawan untuk membeli membeli produk khas yang terjual di lokasi tempat wisata itu.

“Karena gerakan masyarakat dari suatu tempat itu agar lebih mudah bagi murah efisien dan efektif. Kemudian juga menggerakkan UKM setempat. Sekarang kita berangkat ke suatu daerah harus dipertimbangkan gitu mempengaruhi kegiatan untuk membeli oleh-oleh bagi para wisatawan atau mungkin mereka datang ke bisnis pertemuan tertentu nyari oleh-oleh khas ada kendala dari sisi bagasi besarnya biaya yang dibebankan,” ujarnya.

Masih tentang pariwisata, JTF pun telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait baik Pemprov DKI Jakarta maupun Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata.

“Tapi dari sisi koordinasi dari pusat daerah kami sudah mencoba komunikasi kita juga bertemu dengan Kemenpar, kita ketemu dengan Pak Gubernur Jakarta Anies Bawedan termasuk timnya,” tegasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *