oleh

Pilpres Berlalu, GAM Independen Menilai Ada Kelompok Perlawanan Terhadap Konstitusi Saling Klaim ‘Presiden’

Jakarta, TribunAsia.com – Pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Independen menghimbau kepada Capres-Cawapres peserta Pemilu 2019 untuk tidak mendeklarasikan diri sebagai Presiden. Menurut Tgk Sufaini Usman Syekhy, diantara para pendukung Capres memainkan politik identitas bahkan informasi yang tidak pasti dihembuskan kemasyarakatan luas (hoaks).

Kata Syekhy, bila kedua pasangan calon presiden menggaungkan diri sebagai Presiden terpilih dimuka umum tanpa melalui prosedur akan berdampak terjadinya kericuhan. Kemudian, dia mengatakan lembaga yang dipercaya untuk mengumumkan hasil pemungutan suara yang digelar pada 17 April 2019 lalu hanya KPU.

banner 336x280

“Ada kubu-kubu mainkan politik identitas dan hoaks, setelah 17 April malah kondisinya semakin waktunya tibanya semakin merajalela. Ada perlawanan kelompok melawan konstitusi artinya ada presiden ada yang menyebut presiden ini sangat berbahaya untuk stabilitas negara. Jadi, kalau ini dibiarkan menurut pandangan saya ada potensi chaos (gaduh) persoalan Pilpres sudah selesai,” kata Pimpinan GAM Independen kepada TribunAsia.com, Sabtu (27/4/2019).

“Jadi ketika ada pihak yang tidak percaya wasit saya anggap bagian melawan konstitusi (KPU) badan yang mengawasi juga ada pihak lain. Jangan dianggap negara ini dianggap tidak netral banyak kecurangan tidak percaya kepada konstitusi,” tegasnya.

“Saya melihat ini yang membuat masif dan membuat perlawanan yang berdampak menjadi keos untuk mengantisipasi itu pemerintah segera menghentikan potensi-potensi itu. Dengan cara apa artinya setiap ada pelanggaran hukum ada yang melanggar konstitusi ini berarti-kan Polisi dan TNI untuk menghentikan dengan cara apa referensif, komperehensif dan dengan cara apa dan ini jangan terus dibiarkan perlu ada tindakan,” sambung anggota kombatan GAM.

Jika diketemukan kecurangan pada pelaksanaan Pemilu, GAM Independen menyarankan kepada pihak-pihak yang dirugikan untuk menempuh jalur hukum. Terlebih, dia menilai sangat berbahaya ketika Capres menyatakan menang sebelum KPU mengumumkan suara terbanyak atas pemilihan tersebut dan dapat mengganggu stabilitas keamanan.

“Jadi ketika ada kecurangan sesuatu yang tidak puas atas pelaksanaan itu kan ada jalur hukum yang ditempuh melalui MK. sebelum ke MK kan ada pra- MK kan ada cara lain bukan menggerakkan people power. Jadi saya menilai tidak jauh dari konsekuensi hukum, saya melihat secara apa yang dijalankan oleh pemerintah tapi kita sebagai rakyat sebagai peserta kita sepakat sudah menyetujui dibolehkan KPU dibolehkan ada Panwaslu malah dibolehkan kita ada quick count,” papar dia lagi.

Quick count atau perhitungan cepat dijelaskan Syekhy bukan hasil akhir untuk menentukan kemenangan calon presiden namun demikian hanya analisa sementara. Dia berharap, masing-masing pendukung Capres-Cawapres 01dan 02  untuk tetap menghormati proses perhitungan surat suara dan tanggal 22 Mei 2019 akan diumumkan ke publik oleh komisi pemilihan umum (KPU).

“Maka quick count ini bukan final bukan suatu lembaga yang memenangkan atau mengalahkan. Dia (quick count)  memberikan hanya sekedar analisa sesuai data yang dia ketahui. Maka untuk memenangkan suatu calon capres atau kalah itu bukan oleh lembaga quick count tapi oleh KPU yang punya hak untuk menyampaikan keputusan akhir secara hitungan manual,” tandas Presidium Front Gerakan Marwah Aceh (F-GMA).

Diketahui, tidak hanya pemilihan presiden akan tetapi pemilihan umum berlangsung serentak. Dalam pemilihan tersebut, juga dilaksanakan bersama menentukan calon legislatif pusat maupun daerah dan ditambah penentuan pemilihan pimpinan daerah. Syekhy menilai pemilihan umum 17 April lalu dianggap ruwet karena dilaksanakan dengan serentak dan berberda dari sebelum-sebelumnya.

“Jadi kalau saya pikir Pilpres di Indonesia ini sesuai dan banyak pakar yang mengatakan Pilpres terkini Pilpres yang sangat ruwet di dunia di serentak-kan,” sebutnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *