oleh

KOBARKAN PERANG Gelar Mimbar Demokrasi

Jakarta, TribunAsia.com – Komando Barisan Rakyat Lawan Pemilu Curang (KOBARKAN PERANG) malam ini, Jumat (26/4/2019) bakal menggelar acara Mimbar Demokrasi dengan tema ‘Mari Rebut Dan Perjuangkan Demokrasi Yang Di Begal Melalui Pemilu Curang’. Ini adalah rangkaian kegiatan KOBAR PERANG setelah pada hari Rabu 24 April 2019 lalu melaporkan dugaan Pemilu Curang dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April 2019.

Di ketahui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI kemudian merespon pengaduan KOBAR PERANG dengan memanggil pelapor untuk menjelaskan tata cara beracara dan mekanisme pelaporan di Bawaslu pada Kamis 25 April 2019. KOBAR PERANG di gawangi oleh aktifis – aktifis pro demokrasi, aktifis buruh dan aktifis 98 seperti Andrianto SIP, Pius Lustrilanang, Natalius Pigay, Moh.Taufik, Jumhur Hidayat, Syahganda Naigolan dan lain-lain.

Selain itu dalam acara acara Mimbar Demokrasi nanti KOBAR PERANG konsisten mengajak aktifis pro demokrasi, aktifis reformasi dan warga negara untuk berkumpul dan menyuarakan hak-hak nya yang telah di curangi dalam Pemilu 2019.

Yang akan berorasi dalam acara mimbar demokrasi ini antara lain, Andrianto SIP (aktifis 98), Pius Lustrilanang (aktifis 98), Natalius Pigay (aktifis HAM), Moh.Taufik (Poltisi), Jumhur Hidayat (aktifis Buruh), Syahganda Naigolan (mantan aktifis ITB) dll.

Acara sebagaimana undangan yang di terima redaksi akan di gelar malam ini mulai pukul 18.30 WIB – Selesai bertempat di Rumah Perjuangan Rakyat Jl. Proklamasi no.36 Menteng Jakpus (Seberang Megaria).

Andrianto salah satu inisiator KOBAR PERANG menegaskan, sikap penyelenggara pemilu baik KPU, Bawaslu dan DKPP tidak pernah mau menyelesaikan masalah ini secara serius. Sementara tuntutan rakyat semakin besar untuk Penyelenggara membongkar kecurangan pemilu itu.

Oleh karena semua telah menemui kebuntuan, maka kami menyatakan sikap sebagai berikut. Pertama kata Andrianto. Meminta Kepada Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia untuk mengerluarkan pernyataan, bahwa pemilu 2019 adalah pemilu yang curang yang jauh dari azas Langsung umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

“Kedua, mendesak Kepada DKPP untuk segera memanggil dan memeriksa seluruh komisioner KPU dan memutuskan untuk memecat mereka secara tidak terhormat”, tegas Andrianto Rabu (24/4/2019).

Pemilu 2019 digadang-gadang sebagai pemilu dengan tingkat kecurangan paling brutal dengan korban jiwa Ketua dan anggota KPPS yang meninggal dunia sebanyak 144 orang. Tekanan dan faktor psikologis serta kelehan menjadi sebab korban jiwa terus bertambah. Demikian KOBAR PERANG. (And)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *