oleh

7 Caleg Jatim V Optimis Peroleh Kursi DPR RI. Siapa Mereka ?

Malang, TribunAsia.com – Sudah ada tujuh caleg DPR RI dari Dapil Jatim V Malang Raya yang optimistis perolehan suaranya cukup mengantarkan duduk di kursi DPR RI. Dapil yang mencakup Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu itu, menyediakan delapan kursi di Senayan.

Mereka yang optimistis lolos ke Senayan adalah Lathifah Shohib dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nurhayati Ali Assegaf dari Partai Demokrat (PD), Ridwan Hisjam dari Partai Golkar (PG), Kresna Dewanata Phrosakh dari Partai Nasdem dan  Ahmad Basarah, Krisdayanti, dan Andreas Eddy Susetyo, dari PDI Perjuangan.

Di antara ketujuh caleg tersebut, mayoritas petahana. Yakni, enam caleg berwajah lama. Hanya Krisdayanti yang pendatang baru. Sebelum terjun ke politik, istri Raul Lemos itu merupakan penyanyi sekaligus diva Indonesia.

Lathifah Shohib misalnya, caleg DPR RI dari PKB itu mengklaim memperoleh 72 ribu suara. Caleg petahana itu optimistis suaranya akan terus bertambah. Sebab, 72 ribu suara itu berdasarkan penghitungan sementara.

”Per hari ini (Selasa, 23/4), suara yang masuk penghitungan internal sudah 85 persen. Insya Allah sudah aman (meraih satu kursi di DPR RI),” ujar Lathifah

Dari 85 persen suara yang masuk, partainya sudah meraih 200 ribu suara. Itu merupakan suara dari Lathifah dan ketujuh caleg lain di Dapil Jatim V Malang Raya. ”Kalau sampai penghitungan selesai, kami menargetkan bisa mencapai 300 ribu suara,” tutur anggota Komisi X (Bidang Pendidikan) DPR RI itu.

Perempuan berusia 69 tahun tersebut merasa menuai dukungan dari warga Malang Raya karena programnya tepat sasaran. Sejak dipercaya duduk di Komisi X, Lathifah mengaku berhasil membantu pendidikan warga di Bhumi Arema ini. Misalnya, memperjuangkan kuota beasiswa bidikmisi untuk mahasiswa miskin.

”Kuotanya (bidikmisi) meningkat sejak 2015 lalu. Kalau ditotal, sudah ada 500 mahasiswa yang mendapat beasiswa bidikmisi,” kata dia.

Selain Lathifah, Ridwan Hisjam dari Partai Golkar juga optimistis bakal lolos ke Senayan. ”Insya Allah kami (Partai Golkar) mendapatkan satu kursi di DPR RI (Dapil Malang Raya). Suara Bapak (Ridwan Hisjam) cukup satu kursi,” kata Suryadi, timses Ridwan Hisjam.

Disinggung mengenai jumlah perolehan suaranya di Pileg 2019 ini, Suryadi menegaskan, penghitungan internal di partainya belum selesai. ”Sekarang masih proses, belum rampung,” kata alumnus IKIP Budi Utomo yang kini menjadi tenaga ahli DPR RI itu.

Sementara itu, Nurhayati Ali Assegaf juga optimistis bakal lolos ke Senayan. ”Sepertinya kami (Demokrat) mendapatkan satu kursi (untuk DPR RI Dapil Malang Raya),” kata perempuan berusia 59 tahun itu.

Meski optimistis bakal melenggang ke Senayan, tapi Nurhayati mengaku belum puas. Sebab, perolehan suara partainya dalam Pileg 2019 ini di bawah target. ”Target kami sih dua kursi. Tapi, sepertinya hanya mendapatkan satu kursi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan timses Andreas Eddy Susetyo, Sugeng Harianto. Dia mengklaim, perolehan suara Andreas cukup untuk satu tiket menuju kursi DPR RI. ”Sudah pasti jadi (anggota DPR RI). Tapi, urutannya ke berapa? Kami belum tahu,” kata Sugeng.

Untuk diketahui, dari delapan caleg asal PDIP di Dapil Jatim V Malang Raya, ada tiga caleg yang disebut-sebut berpotensi terpilih. Yakni, Ahmad Basarah, Krisdayanti, dan Andreas. Di antara ketiga caleg potensial itu, Sugeng tidak mengetahui apakah perolehan suara Andreas mengungguli Basarah dan Krisdayanti atau justru masih di bawah kedua caleg itu.

”Pileg 2014 lalu Bapak (Andreas) mendapat 56.000 suara. Tahun ini belum bisa dipastikan, tapi kami menargetkan 70 ribu suara,” kata Sugeng.

Sementara itu, caleg DPR RI dari Partai Nasdem Kresna Dewanata Phrosakh juga optimistis mendapatkan satu kursi. Namun, dia enggan membeberkan berapa perolehan suaranya di Pileg 2019 ini.

”Memang sudah ada yang menyebutkan (lolos ke Senayan). Tapi, kami konsisten untuk menghormati proses KPU,” kata Dewa.

Anak sulung Bupati Malang (nonaktif) Rendra Kresna itu berjanji akan mengungkapkan perolehan suaranya dalam waktu dekat ini.

”Mohon maaf. Hasil penghitungan sementara yang kami dapatkan dari C1 belum bisa dibeberkan,” kata anggota DPR RI itu. (HT/YG)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *