oleh

Sidang KDRT Mintai Keterangan Saksi-Saksi dari Keluarga Seputar Cekcok Mulut

Jakarta, TribunAsia.com – Sidang kekerasan dalam rumah tangga hadirkan saksi-saksi dari pihak keluarga. Dari keterangan saksi baik saudara ipar maupun sejumlah saksi dari keluarga dekat orang tua Terdakwa Rotorang menilai cekcok mulut kerap terjadi.

Kata Yosefa kakaknya pergi meninggalkan rumah dan menginap dikosannya karena berselisih paham dengan Rotorang. Lanjut saksi, korban menderita lebam dibagian tangannya akibat bertengkar dengan suaminya yang kini menjadi Terdakwa.

banner 336x280

“Setelah kejadian ini saya nggak tinggal disini (kost). Kalau tangan kanannya (kakak) lebam dia kalaubnginep dikosan saya,” jelas saksi di ruang sidang, Selasa (23/4/2019).

Saksi menambahkan, bila bertengkar korban pergi dan menginap di kosan dia selama dua hari. Akan tetapi, dia mengatakan korban tidak sebulan penuh nginap ditempatnya hanya ketika berbeda pendapat saja dengan suaminya.

“Kalau dalam sebulan nggak, pernah sampai dua hari (nginap), pernah sampai sehari,” ujar Yosefa.

Sementara, saksi lainnya menjelaskan bila terjadi cekcok dalam rumah tangga, sebagai orang tua dirinya berupaya mendamaikan dengan besannya. Selanjutnya, dia pun menceritakan permasalahan antara anaknya dan menantunya kepada besannya.

“Ada menantu setelah kejadian menantu pergi bawa baju. Terus saya bilang anaknya tidak ada meninggalkan rumah kalau boleh saya bantu perlu saya cari sampai sekarang ini,” papar saksi orang tua Terdakwa.

JPU pun turut melempar pertanyakan terhadap saksi-saksi dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga terksit penghasilan tiap bulan Terdakwa. Diketahui, Terdakwa memperoleh penghasilan tiap bulan mencapai Rp 2 juta dari penjualan gas.

Bapak gaji dia (terdakwa) berapa,” tanya Susi, SH.

Saat itu sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Jaktim, Wahyu Sektiyaningsih, SH MH dengan didampingi Surung Simanjuntak, SH MH dan Tri Andita, SH.

Majelis Hakim juga menyampaikan ketika meminta keterangan dari saksi-saksi seputar peristiwa KDRT yang terjadi antara Terdakwa dan korban. Lanjut dia, pertengkaran yang terjadi antara suami istri tersebut sempat diceritakan kepada besannya.

“Apa yang dilakukan menantu. Kalau kejadian Bapak tau nggak. Jadi setelah kejadian besan ke rumah menantu,” kata majelis hakim. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *