oleh

Kuasa Ahli Waris Minta Pengembangan Apartemen Segera Bayar Lahan Warga di Penjaringan

Jakarta, TribunAsia.com – Kuasa Ahli Waris meminta pengembang Pluit View untuk menyelesaikan pembayaran tanah dibilangan Penjaringan Jakarta Utara. Kata Guntur, dirinya diberikan Kuasa atas tanah Verbonding Indonesia yang tengah bermasalah di Luar Batang, RT.005/RW.03, Penjaringan, Jakarta Utara.

“Dia (ahli waris) mempunyai surat asli Verbonding Indonesia yang sudah dikonversi. di Kelurahan Penjaringan RT 5 RW 3, jumlah tanah yang kita punya sebenarnya yang ada di situ saja yang dipermasalahkan,” ujar kuasa ahli waris, Selasa (23/4/2019).

banner 336x280

Dijelaskan kembali oleh dia, tanah milik ahli waris sebelumnya telah dipasangi papan plang namun ada pihak-pihak yang merusaknya. Guntur mengatakan, mulai tahun 2013 tanah milik ahli waris melalui PT Bina Karya Propertindo dibangun dan diperuntukkan menjadi apartemen.

“Bermasalahnya ketika kita memasang plang kita duduki lagi karena kita yang punya. Kita pasangi oleh orang-orang di sana terus ada pihak-pihak yang merusak plang itu. Dari PT Bina Karya Propertindo mungkin pengembangnya itu, saat sekarang ini abang saya pada tahun 2013 meninggal itu tersulap dan terbangun menjadi apartemen,” tandasnya.

Menurut dia, atas penyerobotan tanah tersebut telah dilayangkan somasi hingga ke tiga kalinya. Perjanjian kesepakatan telah dibuat oleh kedua belah pihak akan tetapi tidak diindahkan. Tidak lepas dari itu, Ahli Waris pun telah melaporkan permasalahan sebidang tanah tersebut ke Polda Metro Jaya.

“Dia (pengembang) tidak mengindahkan somasi kita, kita dari dulu mengadakan teguran biar kita untuk dibayar ahli waris. Kesepakatan dia tidak akan mengadakan kegiatan di lokasi tanah tersebut ada kesepakatan diatas segel,” imbuhnya.

Bahkan, Guntur menambahkan pihak Ahli Waris sudah berupaya menemui General Manager (GM) dengan tujuan untuk meminta ganti rugi atas tanah yang digunakan pengembangan dalam membangun Apartemen di Jakarta Utara itu.

“Saya sudah mendatangi PT tersebut dan saya sudah menemui General Managernya namanya Haji Wawan Rahwan kita sudah katakan kepadanya tujuan kita datang ke sini untuk meminta ganti rugi dan diabaikan sampai sekarang,” sebut kuasa ahli waris.

Kejadian penguasaan lahan di Penjaringan Jakarta Utara juga dikatahui oleh Sudin Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) dan Badan Pertanahan Nasional. Selain itu, ditegaskan Kuasa Ahli Waris bila tak kunjung dibayar tanah yang terbangun Apartemen itu diminta untuk dirubuhkan.

“Harapan ahli waris cuma satu harapan ahli waris ingin ganti rugi. Kalau dia tidak sanggup bayar jadi segel aja atau di rubuhin aja. Saya berharap kepada aparat pemerintah juga begitu. Saya tidak pernah dipertemukan Direkturnya Hengky Setiawan,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *