oleh

Edarkan Kosmetik Ilegal Melalui Online, Saksi dan Terdakwa Sebut di Pasar Asemka Terjual Bebas

Jakarta, TribunAsia.com – Edarkan kosmetik ilegal Terdakwa Fanotandio mengatakan di PN Jaktim produk skincare yang dijual tersebut tidak ada komplain dari pembeli.

Terdakwa pun menjelaskan diruang Purwoto produk perawatan kulit tersebut dibeli dari Pasar Pagi Asemka, Kota, Jakarta Barat dan kemudian dia menjual melalui pemasaran secara online.

banner 336x280

“Saya beli dari pasar Asemka dan menjual,” jelas Terdakwa kemarin, Jum’at (19/4/2019).

Saksi yang meringankan (a de charge) kala itu menerangkan dirinya hanya memindahkan barang-barang tersebut berupa produk kosmetik yang akan dijual belikan. Saksi-saksi kembali mengutarakan produk tersebut banyak dijumpai dipasaran.

Selain itu Gede Heriawan, SH MH menyampaikan kepada Terdakwa produk kosmetik yang dipasarkan bebas itu tidak memiliki izin dari BPOM. Lanjut Ketua Majelis Hakim PN Jaktim kosmetik yang dijual Terdakwa mengandung merkuri.

“Kemarin sudah dibawa dilabkrim sedangkan anda mengedarkan. Ada nggak izin mengedarkan,” kata Gede.

“Ada nggak uji BPOM dan dari Kementerian. Tau anda menjual obat-obatan dan bahan makanan ada hasil uji Balai BPOM,” tambah majelis hakim.

JPU juga menyampaikan terhadap saksi-saksi terkait produk kosmetik ilegal yang dijual oleh Fanotandio. Namun, Rianiuly SH selaku penuntut umum mempertanyakan jembali tempat penyimpanan produk kecantikan tersebut yang diketahui saksi.

“Pernahkah saksi mencoba produk itu. Itu rumah pribadi atau rumah siapa. Disita nggak. Selain alat ukur tadi apa,” tanya JPU.

“Terdakwa itu hanya memindahkan krim atau mencampurkan jadi satu atau memperkerjakan apoteker kecantikan,” kata JPU kepada saksi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *