oleh

Kasus Pinjaman Uang Tanpa Bunga, Terdakwa Sebut Saksi Meminta Imbalan Senilai Rp 450 Ribu

Jakarta, TribunAsia.com – Terdakwa Iksan juga memberikan penjelasan terhadap Majelis Hakim PN Jaktim atas penawaran pinjaman bunga lunak dan Kata Iksan, saksi juga memperoleh uang jasa senilai Rp 450 ribu dari setiap calon peminjam yang dibawanya.

Menurut dia, saksi meminta uang imbalan yang disebut oleh Terdakwa sebagai uang lelang yang dikondisikan oleh saksi ketika membawa orang lain untuk mendaftar diri sebagai calon peminjam uang tanpa bunga.

banner 336x280

“Rp 450 ribu. Dari rata-rata itu semua dia minta Rp 450 ribu namanya uang lelang,” jelas Iksan, Kamis (18/4/2019).

Perlu diketahui, Terdakwa Iksan meminta biaya administrasi sebesar Rp 650 ribu dari total pinjaman Rp 50 juta. Dijelaskan, perjanjian awal calon peminjam akan dipungut uang Rp 550 ribu bilamana proses pinjaman itu cair.

Dalam kesaksiannya tentang pinjaman, Heru yang ditawarkan Terdakwa telah memberikan uang senilai Rp 10.100.000,- kepada yang bersangkutan. Uang tersebut diberikan saksi berdasarkan pinjaman tanpa bunga bersama saudaranya.

“Yang pasti kejadiannya hari Kamis malam Jum’at, bulan Desember 2018. Terdakwa menjanjikan pinjaman lunak. Dia menjanjikan minta uang Rp 650 ribu untuk pinjaman Rp 15 juta,” kata saksi.

Kemudian, saksi Heru memaparkan dihadapan Majelis Hakim PN Jaktim perihal keuangan itu yang diperuntukkan jika cair akan dipergunakan sebagai modal usaha.

Menurutnya, tidak hanya dirinya akan tetapi masih ada orang lain yang dipungut biaya administrasi atas uang pinjaman lunak sebesar Rp 650 ribu. Diketahui, saksi percaya kepada Terdakwa Iksan karena dia rekan sesama satu tempat pengajian.

“Ibu Dahlia, 650 ribu. Ibu Dahlia ditempat lain itu sama Nurhayati,” ujar saksi.

Selain itu, Tarigan Muda Limbong, SH mengatakan terhadap saksi yang percaya atas iming-iming Terdakwa ketika penawaran uang pinjaman.

Terlebih, Limbong juga menjelaskan untuk tidak percaya kepada siapa saja, meskipun dalam penawaran pinjaman mengucapkan kalimat “Allah” untuk memberikan rasa percaya.

“Jadi saudara kok bisa kata-katanya itu. Justru itu kalau ada yang mengucapkan kata-kata Allah itu kita harus curigai kira-kira begitu lho,” ungkap ketua majelis hakim.

JPU menambahkan dan meminta kepada saksi yang memberikan keterangan seputar uang pinjaman. Atas kejadian itu, penutup umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur pun mempertanyakan saksi yang mengetahui permasalahan pokok terkait pinjaman uang.

“Jadi semuanya ini Bapak (saksi Heru) tahu ya. Yang memperkenalkan ini Bapak ya,” tandas Donal, SH. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *