oleh

Jujur atau Revolusi ?

TribunAsia.com 

Oleh: Amir Kumadin

‘Kebetulan’ sy punya pengalaman2 unik, menegangkan, dan mengerikan, nyawa taruhannya, saat2 demo.

Baik saat demo mahasiswa di Semarang maupun saat di Jakarta.

Ketika Amin Rais, menjelang reformasi 98, menyatakan, “Saya siap jadi presiden..!!!”

Jagat Indonesia menjadi begitu panas. Karena saat itu rezim Soeharto sang diktator yg sdg berkuasa.

Setelah itu, Amin Rais berkeliling talk show, ceramah, seminar, dari masjid ke masjid, dari kantor ke kantor di gedung2 pencakar langit di seluruh wilayah DKI Jakarta bahkan ke luar kota dan Jawa.

Pada setiap ceramah Amin Rais, selalu dikepung oleh TNI, Kopasus, Polisi Militer, Intel, dll yang siap dengan senjata lengkap dan laras panjang. Tinggal nunggu perintah tembak doang!!!

Kebetulan saya hampir selalu mengikuti ceramah2 Amin Rais, khususnya di DKI Jakarta dan Jabodetabek.

Kemudian, saat semua elemen masyarakat dan rakyat Indonesia, khususnya kaum mahasiswa, menduduki Senayan, Gedung MPR & DPR RI, pada awalnya sangat mengerikan, karena TNI masih mengepung dan berjaga-jaga. Meskipun akhirnya, mereka meninggalkan semua yg demo dan menduduki Senayan.

Lalu, saat Gerakan 212, aksi damai, 2 Desember 2016 dan sebelumnya Aksi 411 yang menelan banyak korban luka2 dan beberapa meninggal dunia.

Maksud saya, saya ingin mengatakan, bahwa semua demo dan aksi yang saya alami dan begitu mengerikan, karena berhadapan dengan aparat keamanan yang sangat berbahaya, ada sebuah gerakan dari dalam, panggilan jiwa, yg sudah tidak memikirkan dan menghiraukan bahaya mengancam, yang sudah siap mati, rawe-rawe rantas, malang-malang putung, demi tegaknya idealisme, demi menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, demi mendongkel rezim dan kekuasaan yang curang, arogan, yang zhalim.

Nah rupanya, situasi dan kondisi sekarang ini, mirip, hampir sama, dengan demo dan aksi yg saya alami tetsebut di atas.

Maka saya berkesimpulan dan memprediksi, bahwa dalam waktu yang tidak begitu lama, dalam waktu yg sesingkat singkatnya, yang tidak bisa diduga sebelumnya, PEOPLE POWER, REVOLUSI SOSIAL, SEGERA TERJADI….!!!!

Tentunya jika rezim, petahana, nekat, melakukan kecurangan2, kejahatan2, kezhaliman2 pemilu (pilpres dan pileg), yg sudah kasat mata. Berdasarkan bukti2 obyektif, data dan fakta riil di lapangan yg berkaitan dengan REKAP C1 Plano, proses perhitungan suara, vested interest (rekayasa, pemutarbalikan fakta hasil pemilu pilpres) dari para jongos lembaga2 survey, dlsb.

Wassalaam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *