oleh

Bawaslu Identifikasi 364 TPS Rawan di Kota Depok

Depok, TribunAsia.com – Di tiga hari tempo tenang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemiliha Anggota Legislatif (Pileg) pada tanggal 17 April ini, Bawaslu Kota Depok lebih siaga melakukan pengawasan supaya tidak ada gangguan dan aktivitas kampanye oleh perserta, tim sukses, maupun simpatisannya.

Disebut Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Berlini ada sejumlah 364 TPS yang masuk dalam kategori rawan dari 5775 TPS di Kota Depok. Namun Bawaslu sudah berkoordinasi dengan KPU untuk mengatasi masalahnya.

banner 336x280

Ketua Bawaslu Kota Depok ini tidak bersedia merinci temua kerawanan ini sebab dengan alasan sedang  dalam penanganan dan untuk menjaga kondusivitas masa tenang. Namun Luli Berlini bersedia menyebutkan persoalan kerawanan ini di antarnya yaitu masalah TPS 108 di Kelurahan Mampang yang mendapat keberatan dari sejumlah warga karena berada di rumah milik seorang warga yang dianggap simpatisan satu diantara paslon capres. Namun sebenarnya TPS ini berada di rumah yang tidak ditempati.

“Untuk itu, KPU dan Bawaslu akan memindahkan TPS 108 Mampang ini ke tempat lain yang dianggap netral. Temua lain yang perlu diantisipasi ialah TPS yang berada di sekitar Kampus. Saat ini Bawaslu juga melakukan patroli 24 jam untuk mengawasi aktivias politik  yang menyalahi masa tenang  pasal 492 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye pemilu di luar Jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU untuk setiap peserta Pemilu sebagai maksud pasal 27 ayat 2 dapat dipidana dengan kurungan paling lama 1 tahun dan denda Rp12 juta,” uajr Berlini, Senin (15/4/2019)

Dalam masa tenang ini juga, Bawaslu melakukan pembersihan alat peraga kampanye (APK) yang masih banyak bertebar diseantero Kota Depok.  Luli Berlini akui, Bawaslu kewalahan melakukan pembersihan APK ini. Untuk itu, Bawaslu meminta bantuan personil Sat Pol PP dari pemerintah Kota Depok.  Di hari pelaksanaan pemilu yaitu di tanggal 17 April, Bawaslu menempatkan satu orang petugas di setiap TPS yang berjumlah 5775 di Kota Depok.

Dilain pihak, Ketua KPU Kota Depok Nana Sobarna menjelaskan bahwa persiapan kesuksesan penyelenggaraan pemilu serempak ini telah mencapai 99 persen.

“Tinggal menantikan hari H pelaksanaan. Untuk keamanan dan kelancaran pemilu ini, Kita mengapresiasi  Polresta Depok dan Kodim 0508 yang telah mem-BKO-kan personilnya. Ada 2900 personil gabungan ini yang ditugaskan pengamanan,” ujar Sobarna.

Berkaitan dengan distribusi kota suara, saat ini sudah bergeser ke 11 Kantor Kecamatan dan 63 Kantor Kelurahan di Kota Depok. Sebut  Sobarna, semua lima komisioner KPU dan petugas KPU terus bersiaga memastikan kesuksesan pemilu serempak ini. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *