oleh

Bahas Potensi Kecurangan, Forum Musyawarah Majelis Bangsa Ingatkan Pemerintah dan KPU akan People Power

Jakarta, TribunAsia.com – Forum musyawarah Majelis Bangsa Indonesia, mengeluarkan pernyataan sikap bersama tokoh lintas Agama, Tokoh Masyarakat, mantan purnawirawan TNI-polri dan Aktivis Indonesia (Selasa, 16/04/2019) di Restauran Al-Jazeraa Menteng Jakarta Pusat.

Dalam pernyataan Bersama itu hadir diantaranya, Habib Muchsin Al-Attas, Jenderal Tyasno, Letjen. Mar. Soeharto, Ahmad Yani, Syahganda Nainggolan, Djoko Edy Abdurrahman, Jumhur Hidayat, Adrianto, Zulkifli dan Andi Wanerin Saputra dan lain-lain.

Kejaksaan Negeri Jakarta Timur - ZONA INTEGRITAS (Wilayah Bebas Korupsi)

Pertemuan tokoh ini untuk mengawasi jalannya Pemilihan Umum serentak 2019 sekaligus memberikan warning terhadap kecurangan yang akan mungkin terjadi dalam pemilu yang digelar Rabu (17/04/2019).

Dalam pernyataan Bersama terdapat delapan masalah yang dikhawatirkan terjadi, diantaranya, masalah DPT yang belum tuntas, Money Politics, dan Quick Count yang akan melakukan hitungan cepat pada pemilu.

Dalam memberikan pengantar diskusi, Ahmad Yani mengingatkan, bahwa pertemuan itu merupakan langkah serius untuk mengawal pemilu. Karena menurut Yani, masalah kecurangan ini sudah nampak di depan mata.

Dalam kesempatan itu, Habib Muchsin menyoroti tentang persoalan fundamental demokrasi Indonesia. Bagi Habib Muchsin ada masalah serius terhadap pelaksanaan pesta demokrasi, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Saya melihat, bahwa rakyat ingin perubahan. Apabila ada yang berani melakukan kecurangan maka sudah pasti akan berhadapan dengan people power. Power power itu terjadi apabila ada kecurangan dan ia muncul secara alami, tidak didesain oleh siapapun” ungkapnya.

Selain itu, Djoko Edy Abdurrahman mempersoalkan cara kerja lembaga survey yang terjadi di Indonesia. Lembaga survey menurut Edy bukan melegitimasi kecurangan, tetapi mewujudkan pemilu yang bersih.

Quick count itu bukan melegitimasi kecurangan, tetapi ia justru menjadi alat untuk mewujudkan pemilu yang bersih dan jujur. Tetapi di Indonesia quick count justru menjadi legitimasi kecurangan, inikan masalah serius” ungkap Joko Edy yang juga mantan Anggota DPR RI ini.

Senada dengan Joko Edy, Syahganda Nainggolan tidak sepakat adanya quick count, karena berpotensi memanipulasi suara real dilapangan.

“Seharusnya KPU harus pada komitmen awal, bahwa lembaga survey yang melakukan quick count tidak perlu ada, karena akan merusak persepsi publik. Karena itu kita melalui forum ini, kita mendesak KPU untuk menghentikan quick count ini” ungkap Syahganda.

Persoalan kecurangan ini juga menjadi perhatian mantan kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat. Jumhur mengungkapkan bahwa kecurangan khususnya di Malaysia itu bukan hal baru.

“Dengan forum pernyataan sikap bersama ini, saya ingin mengatakan bahwa kecurangan di Malaysia itu nyata, dan KPU harus membongkar keterlibatan pihak-pihak yang diduga punya kekuasaan di sana. Ini serius yang terjadi di Malaysia ini” jelas Jumhur.

Sementara itu, Jenderal Tyasno melihat dari sisi gerakan people power. Menurutnya people power itu jangan dibantukan dengan TNI.

“Saya ingin ingatkan, TNI itu tentara rakyat, tentara yang harus melindungi rakyat, bukan diperhadap-hadapkan dengan rakyat, karena itu akan merusak TNI. Jadi gerakan people power itu bukan untuk mengacaukan tetapi memperjuangkan kebenaran” ungkap Mantan Jenderal TNI ini.

Oleh karena itu, Letjen Marinir, Soeharto melihat, bahwa rakyat harus waspada karena kecurangan ini semakin nyata dan jelas.

“Saya himbau masyarakat untuk mengawal pencoblosan besok, karena kecurangan ini hanya bisa dihentikan dengan gerakan mengawal TPS. Karena itu peran kita semua harus digalakkan, kita hentikan kecurangan ini” tegasnya.

Perbuatan sikap bersama itu dihadiri oleh puluhan orang dari kalangan aktivis, wartawan, Tokoh lintas agama, dan tokoh masyarakat dan mantan Purnawirawan TNI. Acara berjalan lancar hingga selesai sekitar jam 18:30 WITA.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *