oleh

Antisipasi Kecurangan Pemilu 2019 Masyarakat Dapat Melaporkan Melalui Aplikasi ‘Ayo Jaga TPS’

Jakarta, TribunAsia.com – Antisipasi kecurangan Pipres 2019 masyarakat diminta untuk segera melaporkan melalui smartphone. Menurut Mochamad James Falahuddin selaku Co-Founder “Ayo Jaga TPS” dari pengalaman surat suara yang tercoblos diluar negeri.

Menurut Mochamad James Falahuddin, melalui aplikasi online pihaknya telah mempersiapkan cara alternatif melakukan pelaporan terkait pelanggaran pemilihan umum 17 April 2019 mendatang. Dia berharap tidak menular dan terciptanya pemilihan umum yang jujur serta bersih di Indonesia.

banner 336x280

“Intinya begini kita kan sudah banyak melihat Pemilu ini di luar negeri ramai gitu-lah. Supaya yang di luar negeri itu tidak menular ke dalam negeri maka kita perlu melakukan persiapan-persiapan gitulah seperti itu,” jelas Co-Founder Ayo Jaga TPS kepada TribunAsia.com, Selasa (16/4/2019).

Kemudian, dia mengatakan aplikasi yang tersedia di Play Store untuk melibatkan masyarakat selama berjalannya proses pemungutan suara. James pun kembali menyampaikan dalam diskusi di Jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat.

“Salah satunya supaya masyarakat umum agar masyarakat umum terlibat di dalam TPS seperti itu. Dimana-mana begitu (curang) inti alasannya. Harapannya kita di dalam negeri ini mencoba mengajak masyarakat harus aktif untuk menjaga TPS nya masing-masing,” tandasnya.

James mengajak masyarakat luas untuk berperan aktif dan mengawasi jalannya pemilihan hingga perhitungan suara selesai. Terlebih, Co-Founder Ayo Jaga TPS menyarankan kepada publik untuk meng-upload proses perhitungan suara di TPS terdekat.

“Misalnya supaya masyarakat menjaga TPS nya masing-masing diharapkan publik bukan hanya pemilih pasif pemilih aktif dan datang ke TPS. Tunggu hingga perhitungan selesai lalu upload hasilnya ke aplikasi jaga TPS itu,” kata dia lagi.

Selain itu, dia menilai kekacauan yang terjadi diluar negeri atas penemuan lembaran kertas suara yang tercoblos menjadi bahan pertimbangan di Indonesia. Kata James, kekacauan tersebut menjadi pelajaran agar tidak terjadi di tempat pemungutan suara (TPS).

“Kekacauan di luar negeri kayaknya sepertinya tidak siap harapannya di dalam negeri itu menjadi pelajaran dan tidak terjadi kekacauan-kekacauan di TPS,” harapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *