oleh

Pemukulan Nenek 67 Tahun di Jakbar Berawal dari Parkir Mobil di Depan Rumah

Jakarta, TribunAsia.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta saksi jelaskan kronologi pemukulan yang dilatar belakangi hal sepele karena parkir mobil. Dampak dari pemukulan juga dibahas oleh JPU termasuk sebuah handphone terjatuh akibat pukulan Terdakwa Ir. Sanny Suharli (68).
“Hari itu ada keributan dengan anak ibu. Terdakwa sama ibu gara-gara apa masalahnya. Tadi HP jatuh kenapa, tadi lagi dipegang posisi ibu dengan anak ibu dimana,” tanya Rumanta Sosininta Siannya, SH.
Akan tetapi, saksi merinci keributan yang terjadi didepan rumahnya disebabkan Terdakwa emosi lalu memukul Hartawan Halim alias Akwang. Akibat hantaman bagian mata saksi yang saat itu tengah berada didekat tempat kejadian mengalami gelap dalam penglihatannya.
“Dia nangkis, anak saya disini ngeles nangkis kena mata sebelah kanan,” ucap saksi Kon Siw Lie.
Dalam kesaksiannya, Kon Siw Lie (67) menjelaskan dihadapan PN Jakbar peristiwa penganiayaan yang dialaminya terjadi pada tanggal (3/6/2018) lalu didepan rumahnya gara-gara parkir kendaraan. Perselisihan antara tetangga tersebut terjadi di Taman Daan Mogot VII/2, RT 004 RW 01, Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

“Ada pemukulan. Peristiwanya bulan 6 tanggal 3 tahun 2018 kejadian jam 4 sore,” ujar saksi dengan nada tangis diruang sidang Soebekti, Senin (15/4/2019).

Namun, saksi menambahkan setelah terjadi penganiayaan karena permasalahan parkir, selama tiga hari mengalami sakit pada bagian bola mata korban. Ia juga menyampaikan sempat diancam oleh Terdakwa Sanny yang tak lain masih tinggal dilingkungan setempat. Akibat pemukulan itu, sebuah smartphone pun menjadi korban dan kini terjatuh pecah tidak berfungsi normal.

“Dimata saya. Saya mau damai tapi diancam-diacam terus berturut-turut, saya lapor polisi,” jelas dia lagi.

Diketahui, dalam persidangan saksi-saksi yang dihadirkan ketika itu diantaranya anak korban yang bernama Hartawan Halim alias Akwang (40), dan Supriyanto (41) Sekuriti perumahan tersebut.

Sementara, Ketua Majelis Hakim meminta kepada saksi Kon Siw Lie untuk memaparkan kronologi kejadian pemukulan tersebut seputar permasalahan parkir yang berujung penganiayaan didepan rumah saksi. Terlebih, Majelis Hakim kembali menggali faktor penyebab lebih mendasar pemukulan antara tetangga yang berdomisili di Daan Mogot.

“Disini saudara dipanggil (sebagai) saksi ya jangan takut sesuai keterangan yang saudara alami. Tau jadi saksi sehingga saudara ada disini. Ibu yang mukul Terdakwa ini (Sanny), penyebab pemukulan itu apa,” kata Soehartono, SH,. M Hum. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *