oleh

Parkir Kendaraan Berujung Pemukulan Antar Tetangga di Taman Daan Mogot

Jakarta, TribunAsia.com – Parkir kendaraan berujung terjadinya pemukulan antara penghuni Perumahan Daan Mogot Jakarta Barat dengan korban nenek berusia 67 tahun. Dalam kesaksiannya, Kon Siw Lie menjelaskan dihadapan PN Jakbar peristiwa penganiayaan yang dialaminya terjadi pada tanggal (3/6/2018) lalu didepan rumahnya.

Kon Siw Lie selaku saksi dalam perkara penganiayaan itu mengatakan, wajahnya dihantam oleh Terdakwa Ir. Sanny Suharli (68) di Taman Daan Mogot VII/2, RT 004 RW 01, Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

“Ada pemukulan. Peristiwanya bulan 6 tanggal 3 tahun 2018 kejadian jam 4 sore,” ujar saksi dengan nada tangis diruang sidang Soebekti, Senin (15/4/2019).

Namun, saksi menambahkan setelah terjadi penganiayaan karena permasalahan parkir, selama tiga hari mengalami sakit pada bagian bola mata korban. Ia juga menyampaikan sempat diancam oleh Terdakwa Sanny yang tak lain masih tinggal dilingkungan setempat. Akibat pemukulan itu, sebuah smartphone pun menjadi korban dan kini terjatuh pecah tidak berfungsi normal.

“Dimata saya. Saya mau damai tapi diancam-diacam terus berturut-turut, saya lapor polisi,” jelas dia lagi.

Diketahui, dalam persidangan saksi-saksi yang dihadirkan ketika itu diantaranya anak korban yang bernama Hartawan Halim alias Akwang (40), dan Supriyanto (41) Sekuriti perumahan tersebut. Atas tindakan penganiayaan itu Terdakwa dijerat Pasal 351 ayat 1.

Sementara, Ketua Majelis Hakim meminta kepada saksi Kon Siw Lie untuk memaparkan kronologi kejadian pemukulan tersebut seputar permasalahan parkir yang berujung penganiayaan didepan rumah saksi. Terlebih, Majelis Hakim kembali menggali faktor penyebab lebih mendasar pemukulan antara tetangga yang berdomisili di Daan Mogot.

“Disini saudara dipanggil (sebagai) saksi ya jangan takut sesuai keterangan yang saudara alami. Tau jadi saksi sehingga saudara ada disini. Ibu yang mukul Terdakwa ini (Sanny), penyebab pemukulan itu apa,” kata Soehartono, SH,. M Hum.

Selain itu, jaksa penuntut umum (JPU) turut mempertanyakan saksi-saksi yang secara maraton diminta keterangan perihal permasalahan keributan dengan anak korban terkait parkir kendaraan. Dampak dari pemukulan juga dibahas oleh JPU atas kerugian yang dialami saksi karena handphone miliknya terjatuh akibat pukulan Terdakwa.

“Hari itu ada keributan dengan anak ibu. Terdakwa sama ibu gara-gara apa masalahnya. Tadi HP jatuh kenapa, tadi lagi dipegang posisi ibu dengan anak ibu dimana,” tanya Rumanta Sosininta Siannya, SH.

Akan tetapi, saksi merinci keributan yang terjadi didepan rumahnya disebabkan Terdakwa emosi lalu memukul Hartawan Halim alias Akwang lalu terkena bagian mata saksi yang saat itu tengah berada didekat tempat kejadian pemukulan itu.

“Dia nangkis, anak saya disini ngeles nangkis kena mata sebelah kanan,” tandas saksi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *