oleh

Sejak Hari Ini di Kota Depok Anggota Polri dan TNI Siaga I Bertugas 24 Jam di TPS dan Sentra Ekonomi serta Lokasi Vital

Depok, TribunAsia.com – Sejak hari ini, Senin (15/4), KPU, Bawaslu, Polri dan TNI siaga satu melancarakan dan mengamankan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada tanggal Hari Rabu tanggal 17 April 2019 nanti selama 24 jam selama tiga hari yaitu 16, 17, 18 April ini.

Disebutkan Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto selaku Kepala Operasi Resort Pengamanam Pilpres dan Pileg di wilayah Kota Depok, berskoordinasi dan bersinergi dengan KPU dan Bawaslu telah siap-siaga mengamanka dan melancarkan perlehatan besar demokrasi per saban lima tahunan ini.

banner 336x280

Ujar Kombes Pol Didik Sugiarto, ada sejumlah 2900 kekuatan personil Polri dan TNI yang diterjunkan untuk mengamankan tempat penguatan suara (TPS) di 5704 TPS. Masing-masing per dua personil pengamanan bertugas memantau dan mengamankan 10 TPS.

Pantauan, Senin (15/4) di Halaman Balai Kota Depok Kaopsres Kota Depok Kombes Pol Didik Sugiarto pimpin digelar pasukan pengamanan Pilpres dan Pileg yang dihari Ketua KPU Nana Sobarna, Ketua Bawaslu Luli barlini, Kasdim Mayor Arh M Erfan Yuli Saputro, dan Wakapolresta Depok AKBP Arya Perdana.

“Kami Polri sangat minta dukungan kepada potensi masyarakat yang lain untuk bersama-sama kita mengawal penyelenggaraan pemilu dan menyukseskanya. Polri TNI akan siap mengamankan pelaksanaan penyelenggara pemilu pilpres maupun pileg dengan aman kondusif kekuatan yang kita libatkan TNI Polri 2900 baik yang langsung berada di TPS maupun tempat-tempat vital dan strategis,” ujar Didik Sugiarto.

Selain itu, lanjut Didik Sugiarto, pesonil Polri dan TNI lakukan patroli dalogis yang dioptimal dalam waktu 24 dan disiagakan pada titik atau lokasi sentral ekonomi dan di tempat pantauan khusus, masing-masing kecamatan dan sebagainya. Hal ini ialah untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. Dihimbau kepada masyarakat, kemudian juga unsur-unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat untuk bersama-sama turut serta menyukseskan Pemilu.

Kaopsrest Kota Depok ini juga mengingatkan kepada pelbagai pihak peserta dan simpatisan paslon pilpres dan pileg untuk mengindari melakukan pelanggara hukum pemilu yang dapat ditindak hukum. Seperti lakukan intimidasi kepada pemilih dan juga melakukan tindakan aktivitas mempengaruhi untuk golput yang dapat diganjar dengan hukuman pidana seseui dengan undang-undang pemilu.

Untuk beberapa hari ini Polri di Kota Depok ikut membantu KPU menyosialisasi soal pemungutan suara pada hari Rabu tanggal 17 April 2019 ini. Sosialisasi ini dilakukan oleh anggota polri dengan patroli berpengeras suara dan pengedaran brosur-brosur di pelbagai lokasi seperti di simpang lampu atur lalin. Hal ini juga sebagai upaya menyegarkan ingatan masyarakat tentang pemilu ini. Secara umum, situasi keaman di Kota Depok hingga saat ini dalam situasi yang kondisi aman dan damai.

Bawaslu bersama dengan potensi masyarakat lainnya akan juga mengawasi penyelenggaraan pemilu. Tentunya semua pihak silahkan menggunakan mekanisme hukum yang berlaku bila misalkan tidak puas terhadap hasil penghitungan suara. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *