oleh

Sidang Putusan Tanah Seluas 4500 Meter Persegi dinilai Rekayasa, Kuasa Ahli Waris Tempuh Banding

Jakarta, TribunAsia.com – Sidang putusan perkara perdata tanah seluas 4500 meter persegi dinilai bermuatan rekayasa. Patuan Anggi Nainggolan SH MH selaku Kuasa mengatakan, dalam perdamaian tidak ada kompensasi terlebih dia pun telah memiliki bukti-bukti pendukung.

“Ini jelas rekayasa dan lagi pula. Lazimnya suatu perdamaian yang dipermasalahkan tanah 4500 meter persegi (M2) itu namanya kalau perdamaian ini tidak ada kompensasi atas tanah 4500 itu,” jelas Patuan kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Saat ini objek perkara perdata tanah milik ahli waris yang terdapat di Apartemen Signature Park Grande Jalan MT Haryono Cawang Jakarta Timur mencapai 4,5 hektar.  Ditambahkan, proses pembangunan kini telah dihentikan karena tersangkut perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Keluarga besar ahli waris lahan tersebut menggelar aksi unjuk rasa menuntut keadilan di PN Jaktim.

Kemudian kata Patuan, beberapa saksi yang dihadirkan dalam persidangan telah menyampaikan tanah tersebut milik Saleha Binti Rasah dan keputusan Majelis Hakim belum mempertimbangkan serta mengenyampingkan keterangan para saksi-saksi.

“Beberapa saksi dari penggugat sudah mengatakan bahwa tanah itu milik Saleha Binti Rasah tergugat juga sudah bilang itu tanah milik Saleha Binti Rasah. Seharusnya Majelis juga mempertimbangkan itu jadi tidak terpaku kepada yang tidak ada aslinya,” papar dia bersama ahli waris.

“Kecuali tidak ada pendukung sama sekali tidak ada petunjuk baru pakailah undang-undang itu. Kalau tidak ada asli dia tidak bisa menentukan, nah sekarang kenapa dihindarkan keterangan keterangan para saksi,” imbuh tim kuasa.

Namun demikian, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim M Sirad SH MH dengan didampingi anggota Sutikna SH MH dan Ida Ayu Puspa SH dianggap tidak fair dan dalam waktu mendatang Patuan bersama tim lainnya akan menentukan banding.

“Berarti ini juga tidak Fair putusannya. Kita juga menghargai keputusan itu dan kita akan melakukan banding. Dan kami akan melakukan upaya hukum,” tandasnya.

Disela-sela persidangan pelataran PN Jaktim diwarnai pemasangan atribut bertuliskan “Mafia Tanah” yang dipamerkan oleh keluarga besar ahli waris.

Lebih lanjut, tanah seluas 4500 meter persegi yang tengah bermuara di pengadilan kata Patuan, pihak pengelola Apartemen Signature Park Grande melakukan pembohongan publik dan saat ini pembangunan terhenti karena tersangkut proses pembebasan lahan.

“Signatur Park itu juga melakukan pembohongan publik karena dia memasarkan tanah bermasalah jadi publik harus tahu bahwa ini bermasalah. Untuk itu sudah kita blokir untuk pembangunan Signature Park tidak berjalan. Karena disamping itu, bukan milik mereka Disamping itu status masih berperkara bgitu,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *