oleh

Apartemen Signature Park Grande Berdiri di Atas Tanah Bermasalah

Jakarta, TribunAsia.com – Apartemen Signature Park Grande dinilai telah melakukan pembohongan kepada publik dikarenakan selama ini dalam memasarkan hunian tersebut dan calon konsumen tidak mengetahui bangunan yang dipromosikan itu berperkara di PN Jaktim. Kini, tanah ahli waris atas nama Saleha Binti Rasah yang berdiri bangunan Apartemen dengan luas 4500 meter persegi tengah digugat.

“Signatur Park itu juga melakukan pembohongan publik karena dia memasarkan tanah bermasalah jadi publik harus tahu bahwa ini bermasalah,” kata Patuan Anggi Nainggolan, SH MH selaku Kuasa ahli waris, Kamis (11/4/2019).

banner 336x280

Ahli Waris yang tinggal di RT 001 RW 01 Kelurahan Cawang Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur melalui tim Kuasa menyampaikan tanah milik warisan orang tuanya tersebut telah dilakukan pemblokiran, sehingga pembangunan Apartemen terhenti. Perlu diketahui, lahan berperkara tersebut belum terbebaskan sebab ahli waris belum menerima pembayaran yang sesuai.

Baca Juga : Sidang Putusan Tanah Seluas 4500 Meter Persegi dinilai Rekayasa, Kuasa Ahli Waris Tempuh Banding

“Untuk itu sudah kita blokir untuk pembangunan Signature Park tidak berjalan. Karena disamping itu, bukan milik mereka, disamping itu status masih berperkara begitu,” tambahnya.

Perkara perdata itu masuk ke PN Jaktim kemudian disidangkan oleh Majelis Hakim yang dipimpin M Sirad SH MH dengan didampingi Hakim anggota Sutikna SH MH dan Ida Ayu Puspa SH. Dalam persidangan diruang Ali Said nampak hadir Sri Puji Astuti SH, selaku Kuasa Tergugat 50, 52, 55 dan 56.

Saat ini perkara perdata tanah milik ahli waris yang terdapat di Apartemen Signature Park Grande Jalan MT Haryono Cawang Jakarta Timur mencapai 4,5 hektar. Oleh sebab itu, proses pembangunan kini telah dihentikan karena tersangkut perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Patuan Anggi Nainggolan SH MH selaku Kuasa mengatakan, dalam perdamaian tidak ada kompensasi terlebih dia pun telah memiliki bukti-bukti pendukung.

“Ini jelas rekayasa dan lagi pula. Lazimnya suatu perdamaian yang dipermasalahkan tanah 4500 meter persegi (M2) itu namanya kalau perdamaian ini tidak ada kompensasi atas tanah 4500 itu,” jelas Patuan kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Kemudian kata Patuan, beberapa saksi yang dihadirkan dalam persidangan telah menyampaikan tanah tersebut milik Saleha Binti Rasah dan keputusan Majelis Hakim belum mempertimbangkan serta mengenyampingkan keterangan para saksi-saksi.

Baca Juga : Ahli Waris Tanah Gugat Apartemen Signature Park Grande Cawang Jaktim Karena Cacat Hukum

“Beberapa saksi dari penggugat sudah mengatakan bahwa tanah itu milik Saleha Binti Rasah tergugat juga sudah bilang itu tanah milik Saleha Binti Rasah. Seharusnya Majelis juga mempertimbangkan itu jadi tidak terpaku kepada yang tidak ada aslinya,” ujarnya.

“Kecuali tidak ada pendukung sama sekali tidak ada petunjuk baru pakailah undang-undang itu. Kalau tidak ada asli dia tidak bisa menentukan, nah sekarang kenapa dihindarkan keterangan keterangan para saksi,” imbuh tim kuasa.

Namun demikian, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim M Sirad SH MH dengan didampingi anggota Sutikna SH MH dan Ida Ayu Puspa SH dianggap tidak fair dan pada kesempatan waktu mendatang Patuan bersama tim lainnya akan menentukan banding.

“Berarti ini juga tidak fair putusannya. Kita juga menghargai keputusan itu dan kita akan melakukan banding. Dan kami akan melakukan upaya hukum,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *