oleh

Lepas dari Mulut Buaya, Jatuh ke Mulut Srigala

TribunAsia.com 

Oleh: Amir Kumadin

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Cina menjajah Indonesia itu riil, bukan bullshit…!!!

1. Jika kita, seluruh rakyat Indonesia, selama ini menghendaki SDA dan segala bentuk tambang dan kekayaan alam Indonesia dikembalikan ke negara dari Asing (Barat), maka pada saat yang sama, seharusnya anak bangsa, putra-putri terbaik Indonesia diberi kepercayaan untuk mengelola SDA yang ‘tak terbatas’ di negeri sorga ini.

2. Tapi nyatanya, bukan hanya puluhan tambang malah diserahkan ke Cina oleh rezim Jkw, bahkan banyak perusahaan negara dijual dan jadi jaminan ke Cina. *Lepas dari mulut buaya jatuh ke mulut srigala…!!!*

3. Kekayaan 1 orang Cina keturunan (Aseng) equivalen dengan kekayaan 100 juta orang Indonesia.

4. 80% ekonomi, industri dan bisnis dukuasai Cina keturunan di Indonesia (Salamudin Daeng).

5. Artinya, jauh sebelum ekspansi Cina daratan dengan agendanya OBOR (One Belt One Road), dengan mengelontorkan dana dengan bunga super tinggi dibanding bunga dari negara lain seperti Jepang dll, utk infrastruktur, dan menguasai tambang-tambang yang hakikatnya harus dikelola negara, Cina keturunan sudah super nyata mencengkeram dan menguasai ekonomi Indonesia.

6. Sudah riil negara-negara Asean bahkan Afrika sudah pada takluk dan bertekuk lutut sama Cina dengan atasnama investasi dan menggelontorkan dana untuk infrastruktur di negara-negara yang kecil, miskin, tsb. Seperti Srilangka, Pakistan, Tajikistan, Kirgistan, Maladewa, Mongolia, Laos, Timur Leste, Simbaqwe, Angola, dll.

7. Setelah sadar dan ngerti, lalu negara-negara ASEAN bangkit dan bergolak melawan Cina. Dimulai dari Thailand, Malaysia, hingga Vietnam. Bagaimana dengan Indonesia yg hakikatnya sudah lebih parah dan fatal dari negara-negara ASEAN tersebut di atas…?!!!

8. Sementara Indonesia secara hakikat maupun obyektif, sebelum ada agenda OBOR Tiongkok, sudah duluan dikuasai Cina keturunan.

9. Ditambah lagi, Indonesia yang dipimpin rezim Jkw, secara ekonomi berkiblat ke Tiongkok, RRC, Cina, yang fasis, diktator, otoriter, dan komunis itu.

10. Perusahaan-perusahaan milik negara satu demi satu diambil alih Cina. Tambang-tambang strategis sudah diserahkan ke Cina.

11. Sekarang ini rezim Jkw memang sudah takluk bertekuk lutut (tunduk patuh) ke dan pada Xi Jin Ping, Cina. *Sudah jatuh terkulai, tertiban tangga pulak.*

12. Penjajahan Cina atas Indonesia itu lebih dari riil dan sudah berlangsung dan sedang lebih fatal lagi ketika Cina dibiarkan masuk menjadi investor (penjajah, pengeksploitasi SDA bumi pertiwi).

13. Jika kita mau mengacu pada perang dagang antara Cina dan Amerika, maka mari kita ambil pilihan yang paling sedikit dan ringan mudharatnya!!!

Indonesia mau pilih berkiblat ke Cina yang fasis, diktator, otoriter, dan komunis. Dimana sebagai bukti nyata, bahwa saat Cina berkuasa kini, tidak ada Islam bisa berkembang di sana. Boro-boro berkembang, yang sudah ada saja, Turkistan Timur yang dicaplok Cina lalu jadi Uighur, mau dikubur. Sementara, di negara-negara Barat, dengan berpegang pada demokrasi dan HAM, Islam bisa leluasa berkembang di sana. Bahkan, menurut prediksi beberapa ilmuwan Barat, 50 tahun ke depan, Islam akan mendominasi di Barat. Dan Cina dengan sistem pemerintahan fasis, diktator, otoriter, dan komunis, MUSTAHIL Islam bisa hidup di sana. Berpeganglah pada kaidah ushul fiqh, hukum agama, pada Al-Quran dan Hadits..!!!! Jangan pake emosi dan perasaan belaka….!!!!!!!!

Wassalaam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *