oleh

Kajari Jaktim Teuku Rahman Ungkapkan Perasaan Berat Hati Melepas Kasi Pidum

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kajari Jaktim) Teuku Rahman SH MH mengungkapkan perasaan hatinya melepas Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Achmad Muchlis SH MH yang kini telah berpindah tugas kekantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Teuku Rahman dalam acara lepas sambut dihadapan seluruh keluarga besar Kejari Jaktim dalam sambutannya di sebuah Hotel pada Sabtu malam (6/4) di Semarang, Jawa Tengah.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Tadi saya sampaikan melepas Pak Kasi Pidum (Achmad Mukhlis) berat. Saya banyak dibantu oleh Pak Kasi Pidum,” kata Kajari, Senin (8/4/2019).

Namun demikian, Rahman pun mengatakan bagi anggota pegawai kejaksaan yang berhalangan hadir bukan dikarenakan suatu hal yang kurang baik. Akan tetapi, dia bersama personil Adhyaksa lainnya mengharapkan seluruhnya datang. Lalu, bagi yang tidak dapat berkumpul bersama para kesempatan itu, Kajari Jaktim turut mendoakan agar diberikan kesehatan selalu.

“Saya sebetulnya berharap semua bidang ikut, saya berharap semua pegawai hadir semua. Mudah-mudahan ketidakhadirannya bukan karena hal-hal yang tidak baik. Kata Pak koordinator bagi yang tidak hadir somga mendapat kesehatan dan kesembuhan,” tandasnya.

Diketahui, mantan Kasipidum Jaktim dipromosikan menjadi Koordinator  di Kejati Jateng terhitung pada bulan April 2019 dan saat ini menduduki posisi terbarunya.

Rahman juga berpendapat, beratnya melepas mantan tim dari Kejari Jaktim yang kini beralih ke Kejati Jateng dikarenakan Achmad Muchlis mampu menjalankan tugas-tugas yang diembannya. Tidak hanya itu, dia kemudian berpesan kepada para hadirin untuk bisa melakukan perubahan.

“Kenapa saya percayakan ke Pak Kasi Pidum, dia bisa melaksanakan tugas-tugas yang saya berikan termasuk rezeki saya dari beliau. Saya bersyukur itulah rezeki yang diberikan oleh Allah,” ungkap perasaan dia lagi.

Selain itu, Rahman mengemukakan kembali  tentang teknis program kerja kedepan akan dilaksanakan dilingkungan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur tentang wilayah bebas korupsi (WBK). Menurut dia, program WBK telah diimplementasikan di DKI Jakarta dan kini kata Kajari Jaktim tengah berupaya mencari formulasi khusus untuk diterapkan.

“Ada 6 indikator di (WBK) wilayah bebas korupsi untuk mengatasi kekumuhan ditempat tilang itu, kita sedang mencari formulasi tinggal Jakarta Barat dan Jakarta Timur takutnya tidak lolos,” jelasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *