oleh

Cegah Politik Uang, KOPEL IndonesiaTurunkan Ratusan Tim Pemantau

Jakarta, TribunAsia.com – Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia menurunkan ratusan relawan Pemilu untuk memantau proses kampanye, hari pencoblosan dan proses penghitingan suara. Menjelang hari H pencoblosan KOPEL menambah jumlah relawan untuk beberapa daerah di Sulsel, Bogor dan DKI Jakarta. Sebelumnya KOPEL telah membuka penerimaan relawan secara terbuka untuk Daerah Sulsel dan Jawa Barat.

Untuk pemantauan KOPEL akan Fokus terhadap daerah-daerah yang dipandang tingkat kerawanan adanya praktik hitam.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Apa saja praktik hitam itu, beberapa yang sangat krusial adalah praktik  penyalahgunaan kekuasaan dimana disitu penggunaa fasilitas negara, mobilisasi ASN dan intimidasi” ungkap Herman, Koordinator Nasional Pantau Pemilu KOPEL Indonesia dalam keterangan tertulisnya kepada TribunAsia.com, Minggu (7/4).

Praktik hitam akan merusak birokrasi dan merendahkan hak asasi masyarakat karena kepentingan sesaat. Praktik ini sangat berpotensi terjadi pada daerah daerah yang kebetulan adalah pucuk pimpinan di daerah tersebut. Terutama pada daerah dimana gubernur atau bupatinya memiliki hubungan pertalian keluarga dekat dengan Caleg seperti istrinya, anaknya, sepupunya atau bahkan saudaranya.

Dalam catatan KOPEL Indonesia praktik tersebut sudah kelihatan nyata. Bahkan ditemukan ada salah satu pimpinan kepala daerah di Sulsel aktif berkeliling kampanye bersama istrinya dengan pengawalan aparat. Bahkan ada juga sudah mulai menekan dan mengintimidasi ASN dan aparat desa untuk memilih dan berkampanye untuk keluarganya.

KOPEL juga akan fokus pada pemantauan praktik politik uang langsung. Untuk hal ini KOPEL akan memanfaatkan data kerawanan pemilu yang dikeluarkan oleh Bawaslu RI. Juga akan akan menggunakan data informasi daerah rawan politik dalam Pilkada sebelumnya.

“Hasil-hasil temuan pemantauan ini akan ditindaklanjuti KOPEL ke Bawaslu dan akan dilakukan pengawalan hingga ada sanksi” tegas Herman.

Sebelumnya Bawaslu RI telah mengeluarkan sertifikat pemantau Pemilu resmi untuk KOPEL pada Pemilu 2019 ini untuk mengawal Pemilu Berintegritas, yang bersih dari politisi korup dan politisi cumi. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *