oleh

Saksi Kapten TNI-AL Jelaskan Kronologis Pengeroyokan dengan Juru Parkir di PN Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – Saksi korban pengeroyokan di Ciracas Kapten TNI-AL Komarudin berikan penjelasan kronologis terjadi baku hantam dengan juru parkir di PN Jaktim. Pemukulan terjadi setelah anggota TNI menegur petugas parkir dan memanggil rekan-rekannya.

Dikatakan Perwira TNI dalam kesaksiannya, kedatangannya di Pertokoan Arundina Mart Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur dengan tujuan ingin makan bersama anaknya.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Saya tegur dik (adik) kenapa geser motor saya lalu dia dikeluar manggil teman-temannya,” jelas saksi korban dengan pakaian dinas diruang sidang, Kamis (4/4/2019).

Kemudian, Komarudin mengutarakan dihadapan Majelis Hakim PN Jaktim bahwasanya pelaku tengah menikmati minuman beralkohol disekitar pelataran parkir.

Menurut dia, didepan Majelis Hakim untuk pelaku yang menggeser sepeda motor kala itu dan mendatangi korban bernama Heriyanto lalu kemudian diserang dengan teman-teman pelaku.

“Heriyanto. Saya diserang dipukul sama Iwan Agus juga megangi saya dan menarik kerah saya,” ujar Komarudin.

Endang Sriastining SH selaku pimpinan sidang dengan didampingi Gede Heryawan SH MH dan Hermawansya SH MH turut bertanya terhadap Saksi Komarudin ketika kejadian pengeroyokan masih mengenakan seragam dinas institusi TNI. Selanjutnya, kata Majelis Hakim korban sempat berobat ke RS Polri setelah kejadian perkelahian dengan juru parkir.

“Ketempat makan Arundina itu pakai baju seragam pada waktu itu. Pada saat itu saudara kerumah sakit ya. Saudara masih bisa bekerja ya nggak di opname ya ?,” tanya majelis kepada Saksi Komarudin.

Diketahui, saat pertengkaran berlangsung tiba-tiba melintas anggota TNI-AD Pratu Rivonanda salah seorang anggota Paspampres untuk melerai namun berakhir terlibat perkelahian dengan juru parkir di kawasan Pertokoan Arundina.

Kelima pelaku tersebut adalah Agus Priyantara, Herianto Pandjaitan, Depi, serta pasangan suami istri Iwan Hutapea dan Suci Ramdani diancam dengan Pasal 170 KUHP.

Sementara, Jaksa Penutut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur telah mempersiapkan sejumlah pakaian yang dikenakan pelaku ketika pengeroyokan terjadi. Dalam persidangan itu, JPU meminta penjelasan kepada Saksi Komarudin baik barang bukti maupun aroma alkohol yang diduga ditenggak pelaku pengeroyokan di Arundina.

“Ada yang pakai jaket masih ingat. Pada saat mengerubungi saudara apakah tercium alkohol. Kalau inget durasi berapa lama,” ujar Handri, SH. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *