oleh

Penyelesaian Buruk Gedung Baru Markas Polisi Militer Kota Depok

Depok, TribunAsia.com – Pembangunan Gedung Markas Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) Jaya 2-2 baru saja selesai. Namun hasil kerja PT Duta Tondon Perkasa sebaagi pelaksaan proyek dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Rumkin) Kota Depok ini tampak asal-asalan.

Hal ini disampaikan Komadan Subdenpon Jaya 2-2 Kapten CPM Febriardie Bobihoe sebagai pengguna kecewa dan tidak dihargai oleh pelaksana pembangunan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Pasalnya, pada banyak bagian bangunan terkesan asal jadi. Disejumlah titik terdapat plafon yang terkena air dari atap yang bocor sehingga merusak plafon kantor baru ini terlihat kumuh.

Selain itu, Pantauan, Selasa (2/4)  terdapat beberapa bagian tembok kantor retak-retak dan secara keseluruhan estetika pembangunan gedung itu tidak sesuai harapan.

Kapten Febri Bobihoe menyebutkan perusahaan yang beralamat di Jalan Masjid No 10 CC lantai 2 RT.09/RW.07, Kel. Pondok Bambu, Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur ini dinilai tidak profesional dalam menyelesaikan bangunan kantor Subdenpon ini.

“Kok bisa gedung baru belum diserah terima dan belum diresmikan sudah berantakan kayak gini. Pemkot Depok jangan cuma ada maunya aja baru serius nangani masalah ini?,” ungkap Febri kecewa.

Pihaknya sudah melaporkan hal ini, ke pelaksana proyek. Namun hingga saat ini, pihak pelaksana belum juga ada tanggapan.

Padahal, Markas PM di Kota Depok ini harus segera pindah ke gedung baru ini dari ruko sewaan selama setahun proyek berjalan lantaran sudah tidak punyai dana sewa kantor.

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok Kosasih belum bisa dimintai keterangan wartawan terkait masalah ini.

Seperti pernah dijelaskan Kajari Kota Depok Sufari bahwa dalam hal pembangunan sarana infrastruktur ialah Team Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Iya kami adalah bagian dari TP4D. Gunanya, satu diantara fungsinya ialah melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan proyek pembangunan,” sebut Sufari. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *