oleh

Pancasila VS Khilafah

TribunAsia.com

Oleh : Tendri

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Hari Jumat tgl 29 maret 2019, mantan kepala BIN AM Hendro priyono mengeluarkan pernyataan di media cetak dan elektronik, ” pemilihan presiden kali ini bukan hanya soal memilih presiden, tapi pertarungan ideologi pancasila dan khilafah.

Pernyataan AM Hendro Priyono ini langsung dibantah mantan panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantiyo di twitternya,”jangan mau kita dipecah belah oleh orang yg haus kekuasaan. untuk menguatkan bantahannya Jenderal Gatot mengeluarkan kliping koran Portal Islam ID yang isinya, menurut AH Nasution yang mempertentangkan pancasila dan islam adalah partai komunis Indonesia (PKI)

Kalaulah ini sebagai strategi untuk mendulang suara,  maka ini adalah langkah yang salah. Posisi pemilih sekarang sudah terbentuk dan susah untuk mempengaruhinya lagi. Pemilih Jokowi adalah orang yang beragama selain agama Islam ditambah warga Nahdatul Ulama yang tidak bulat mendukung kyai Ma’ruf Amin. sementara  pemilih Prabowo mayoritas beragama Islam.

Jadi yang mau diperebutkan adalah suara swing votter, yang hampir semuanya beragama islam. Bagaimana tim Jokowi mau ambil suara swing votter kalau memusuhi umat islam dan menjelekan agama islam ?.

Keputusan Mahkamah Agung yang membubarkan Hizbutahir sudah jelas bahwa ideologi yang diakui di bumi Indonesia ini adalah Pancasila.

Ajaran Islam tidak bertentangan dengan Pancasila. Sukarno melahirkan Pancasila  menggali dari  budaya  Indonesia. Budaya Indonesia itu adalah budaya kerajaan melayu yang dalam pemerintahannya menerapkan ajaran agama Islam. Dan harus diingat Soekarno adalah anak didik HOS Cokroaminoto salah satu tokoh Islam. Soekarno juga pernah berguru dengan tokoh Muhammadiyah Bengkulu, Hasan Din bapak Fatmawati, mertuanya sendiri.

Mari kita bahas sila mana yang ada di Pancasila itu yang bertentangan dengan agama Islam. Sila pertama ketuhanan yang maha esa, Islam bertuhan dan jelas tuhannya satu. Sila kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab, ajaran Islam lebih banyak berbicara tentang kemanusiaan. Bayar zakat dan sedekah adalah menolong orang miskin itu dimensi kemanusiaan. Berpuasa wajib bulan Ramadhan tujuannya agar kita merasakan bagaimana rasanya kelaparan orang miskin yang tidak makan, kita harus berbagi dan tidak boleh rakus itu dimensi kemanusiaan.

Islam adalah agama yan beradab, karena Islam adalah agama yang menjaga akhlak dan moral. Lihat saja dari cara berpakaian, Islam menutup aurat baik perempuan maupun laki-laki. Sila ketiga Persatuan Indonesia, di Islam jelas mengutamakan kesatuan yang disebut ukhuwah islamiyah persaudaraan sesama muslim dan ukhuwah watoniyah persaudaraan sebangsa. Cinta kepada negara dalam Islam hukumnya wajib. Sila keempat  Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dalam pemerintahan Islam ada perwakilan ulama dan perwakilan mufti yang digunakan pemimpin sebagai masukan untuk mengambil keputusan.

Perwakilan ulama dan mufti inilah yang mengawasi pemimpin. Dalam mengambil keputusan orang islam selalu bermusyawarah .Sila kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bicara sosial Islam adalah agama yang paling sosial; bayar zakat, sedekah,  berbagi makanan dengan tetangga, menengok orang sakit, itu semua dimensi sosial dan semuanya dibahas dalam Alqur’an. Bicara keadilan dalam Islam, semua rakyat sama, egaliter, tidak ada kasta, semua sama hak dan kewajibannya dalam negara baik yang beragama Islam maupun  beragama lain. Pemimpin adil keharusan dalam Islam.

Pemimpin tidak boleh zholim dan menindas rakyat, tidak boleh memakan hak rakyat apalagi memperkaya diri sendiri dengan jalan korupsi. Membayar zakat termasuk dimensi keadilan karena orang kaya harus membagikan hartanya kepada orang miskin. Hukum harus adil dalam hukum Islam.Tidak boleh ada riba di perbankan adalah prinsip keadilan.

Jual beli juga diatur dengan prinsip keadilan, tidak boleh memainkan timbangan dan takaran. Pemimpin, hakim, jaksa, polisi, anggota DPR, pejabat lainnya, suami, istri, ayah, ibu dan siapapun kita harus berlaku adil dalam ajaran Islam. Kita semua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah diakherat kelak, termasuk memilih presiden pada pilpres mendatang.

Khilafah zaman Rasulullah dan khualafaurasidin sampai kekaisaran sultan Abdul Hamid 2, rakyat yang bukan beragama Islam hidupnya tenang dan aman. Haknya sama dengan rakyat yang beragama Islam. Beribadah menjalankan agamanya dijamin dan tidak diganggu oleh rakyat yang beragama Islam. Karena Islam adalah ajaran yang sangat toleran. Kalau mau membuktikannya tonton Sultan Abdul Hamid 2 di youtube, kita akan lihat bagaimana yahudi dan nasrani khatolik sama haknya dengan rakyat yang beragama Islam.

Misi menghancurkan Islam sudah terlihat sejak kesultanan Abdul Hamid 2 persoalannya bukan persaingan agama, tapi persoalan ekonomi. Kalau Islam berkuasa maka ekonomi kapitalis tidak akan bertumbuh. Menghancurkan kesultanan Abdul Hamid 2 berhasil. Tapi kaum kapitalis dan yahudi yakin Islam akan bangkit. Dulu mereka meramalkan kebangkitan itu di timur tengah, maka mereka kuasai timur tengah. Ternyata sekarang mereka sadar bahwa kebangkitan itu ada di Indonesia, maka mereka harus kuasai Indonesia, untuk menyelamatkan ekonomi kapitalisnya. Kebangkitan Islam di Indonesia bukanlah mau mendirikan khilafah, tapi pemurnian ajaran agama Islam untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

Harusnya tim Jokowi sadar bahwa pilpres ini pemilihan langsung rakyat, dan rakyat Indonesia mayoritas beragama Islam. Umat Islam mulai ramai meninggalkan Jokowi pada saat pembakaran bendera Hisbutahir oleh banser NU. Bendera itu adalah lafas tauhid, panji Rasulullah, yang kebetulan dijadikan Hizbutahir sebagai benderanya.

Kalau menganggap Prabowo akan menerapkan khilafah di Indonesia adalah salah besar. Sebagian hidupnya banyak dihabiskan di tentara. Tentara sudah dididik untuk cintai tanah air dan setia pada pancasila. Apalagi nasionalis Prabowo semua orang tahu, bahkan Gus dur pernah memujinya.

Anggota Hizbutahir akan memilih prabowo, itu bisa dipastikan betul, karena anggota Hizbutahir kecewa dengan Jokowi. Prabowo akan dikendalikan Hizbutahir itu jauh panggang dari api. Dari kecil Prabowo adalah anak orang kaya, mana mungkin anak orang kaya jadi anak buah. Di tentara Prabowo hampir selalu komandan, mana mungkin komandan dikendalikan anak buah.

Kerajaaan melayu Sutan Iskandar muda Aceh, melayu langkat, melayu Deli, kerajaaan melayu Riau dan kerajaan melayu Islam lainnya yang tersebar di seluruh nusantara telah meleburkan diri dan mau mendirikan negara Indonesia, berarti sudah tidak menginginkan kepemimpinan khilafah. Yang diperjuangkan umat islam itu adalah keadilan, kekayaan bumi Indonesia digunakan untuk kesejahteraan rakyat dan persamaan hak di depan hukum.

Perdebatan Islam dan negara telah selesai di sidang BPUPKI. Bapak Pendiri bangsa yang mewakili pihak Islam seperti ; syahrir, Agus Salim, Muhammad Natsir, Burhanudin Harahap telah menerima pancasila dan Indonesia. Tidak ada keinginan lagi mendirikan negara Islam. Pemberontakan Darul Islam/ Tentara Islam ( DI/TI) oleh Karto Suwiryo tidak laku dan gagal.

Pancasila dan Negara Republik Indonesia telah disetujui dan final oleh para pendiri bangsa, baik dari pihak Islam, Nasionalis, khatolik dan kristen. Kalaulah kelima sila pancasila itu terwujud, bisa dipastikan senandung khilafah tidak akan terdengar lagi di bumi pertiwi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *