oleh

Kampanye Ubin Pemandu Disabilitas, Kasudinhub Jaktim: Dimulai dari Depan Terminal Rawamangun Menuju Balai Pustaka

Jakarta, TribunAsia.com – Kampanye kegunaan ubin pemandu untuk disabilitas dimulai dari bilangan Perserikatan tepatnya didepan Terminal Rawamangun hingga menuju Balai Pustaka, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka mewujudkan tujuan 11 pembangunan yang berkelanjutan diantara dengan pemasangan ubin berwarna kuning jingga dan pelebaran trotoar jalan terdapat di 5 wilayah di Jakarta. Hal tersebut dimaksudkan agar mempermudah akses bagi pejalan kaki disabilitas.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

M Soleh selaku Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur menyampaikan, melalui program yang diselenggarakan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bertujuan untuk melayani akses jalan bagi penyandang disabiltas.

“Pak Gubernur dalam rangka melayani sangat senang sekali dan penting sekali bagi penyandang disabilitas tuna netra khususnya seperti pengguna kursi roda,” kata Kasudinhub Jaktim kepada TribunAsia.com, Selasa (2/4/2019).

Ia menambahkan, melalui kampanye ubin pemandu yang diterapkan di wilayah Jakarta Timur, kata dia sangat mendukung program Pemerintah untuk melayani akses jalan bagi penyandang disabilitas. Meskipun, menurut Kasudinhub Jaktim ubin pemandu berwarna kuning tersebut bagian dari program Bina Marga dilakukan didepan Terminal Rawamangun ke arah Jalan Balai Pustaka.

“Itu program Bina Marga tapi kita pendukung seperti itu. Dari depan Terminal Rawamangun sampai jalan Persahabatan. Dari jalan Perserikatan sampai Cipinang Baru ke arah Balai Pustaka,” jelas Soleh.

Kembali ditegaskan Kasudinhub, selama kampanye yang dimulai pada pukul 08.00 Wib berjalan lancar. Kata dia, perlintasan yang dikhususkan untuk disabiltas yang terdapat pada penutup jalan masih perlu diperbaiki.

“Kalau yang saya lihat sih tadi yang saya lintasi tidak ada kendala apa-apa tetapi ada ubin rusak dipenutup jalan yang harus diperbaiki. Tadi dilakukan dari jam 08.00 Hingga jam 10.00 lebih,” ujarnya.

Disamping itu, Publik Relation Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN-DNIKS) menilai ubin pemandu yang telah terpasang dinyatakan bagus. Hanya saja, kata Sonny hambatan-hambatan yang ditemui di lokasi tersebut masih terdapat pot dan kendaraan terparkir bebas dijalur perlintasan disabilitas.

“Sementara ubin pemandu itu pemasangannya sudah bagus akan tetapi masih banyak hambatan-hambatannya seperti ada pohon,  juga tadi ada yang nyangkut di pohon itu kemudian ada ada pot kemudian juga ada spanduk spanduk parpol,” keluh dia.

Dia berharap, petugas Satuan Polisi Pamong Praja lebih sering kontrol trotoar yang terdapat ubin pemandu disabiltas karena kerap dipergunakan pedagang kaki lima (PKL). Lanjut Sonny, kendala-kendala tersebut diyakini dapat terselesaikan bilamana pihak-pihak terkait dapat duduk bersama.

“Jadi ketika yang sudah dipasang sepertinya dan digunakan masih banyak PKL masih banyak parkir liar kendaraan, parkir di atas trotoar dan masih banyak yang lainnya. Seperti yang saya katakan tadi ini sepertinya harus kita duduk bersama dan memang itu sudah dibangun ketika itu Satpol PP harus mengawasi,” tandasnya.

Masih diketemukannya parkir liar, dia mengatakan petugas perhubungan lebih bersikap tegas kepada pemilik kendaraan yang melanggar aturan. Kata Sonny, parkir liar juga dijumpai dibeberapa tempat pada saat kampanye ubin pemandu untuk disabilitas disosialisasikan.

“Kemudian Dishub juga harus bertindak seperti parkir tapi ini juga tidak harus berjalan ke kiri kita harus hidup bersama artinya. Tidak di Rawamangun saja tapi ada di Bali Mester Jatinegara Barat di mana-mana atau yang lain-lainnya sudah ada tapi hanya tapi yang terkait dengan trotoar dipakai untuk parkir,” terangnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *